Kompas.com - 19/10/2019, 21:39 WIB

ANKARA, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan memperingatkan kepada Kurdi di Suriah untuk segera menarik pasukannya dari zona aman di sepanjang perbatasan.

Erdogan bahkan mengancam bakal "menghancurkan kepala" pasukan Kurdi yang tidak menarik diri dari zona aman yang telah ditentukan berdasar kesepakatan yang diperantarai AS itu.

Erdogan memberi batas waktu kepada pasukan Kurdi di Suriah untuk meninggalkan zona aman hingga Selasa (22/10/2019) malam pekan depan.

"Jika penarikan tidak terjadi hingga Selasa malam, kami akan mulai dari mana kami berangkat dan melanjutkan dengan 'menghancurkan kepala' para teroris," kata Erdogan dalam pidato yang disiarkan stasiun televisi di kota Kayseri, Anatolia tengah.

Baca juga: Bertemu Wapres AS, Turki Sepakat Tunda Serangan atas Kurdi Suriah

Turki telah sepakat untuk menangguhkan serangannya terhadap Kurdi di Suriah selama lima hari dan mengakhiri serangan jika pasukan yang dipimpin Kurdi telah menarik diri dari zona aman di perbatasan yang diusulkan melalui pembicaraan dengan Wakil Presiden AS Mike Pence di Ankara.

Erdogan juga memberikan beberapa rincian dari pembicaraannya dengan pihak AS, menambahkan bahwa Ankara menyetujui tenggat waktu 120 jam setelah permintaan awal "satu malam" untuk penarikan.

"Jika janji-janji yang diberikan kepada negara kami tidak ditepati, seperti yang di lakukan di masa lalu, kami tidak akan menunggu dan memulai kembali operasi segera setelah batas waktu yang kami berikan berakhir," katanya.

Erdogan mengatakan dia juga telah memberi tahu Presiden AS Donald Trump tentang posisi Ankara selama melakukan pembicaraan telepon pada Jumat malam.

Baca juga: Kurdi Suriah Bakal Patuhi Gencatan Senjata dengan Turki, tapi...

Presiden Turki juga telah menjadwalkan akan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin di resor Laut Hitam Sochi, pada Selasa depan, yang tumpang tindih dengan batas waktu 120 jam.

Ankara menganggap milisi YPG Kurdi Suriah sebagai perpanjangan dari Partai Pekerja Kurdistan (PKK) yang terlarang, sebuah kelompok yang telah memerangi pemberontakan berdarah di Turki selama 35 tahun.

Halaman:
Sumber AFP


Rekomendasi untuk anda
27th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.