Gara-gara Postingan Facebook, Pria Pakistan Ini Dijatuhi Hukuman Penjara 5 Tahun

Kompas.com - 18/10/2019, 20:36 WIB
Ilustrasi Facebook The telegraphIlustrasi Facebook

DHAKA, KOMPAS.com - Pengadilan Pakistan, Jumat (18/10/2019), menjatuhkan hukuman lima tahun penjara kepada seorang pria yang dinyatakan bersalah atas postingannya yang bernada hujatan di Facebook.

Sajid Ali, didakwa karena telah mengunggah konten menghujat dan menghina terhadap sejumlah tokoh Muslim yang dihormati di jejaring sosial pada 2017.

Ali telah dianggap melakukan penistaan, masalah yang sangat sensitif di Pakistan, sebuah negara Muslim konservatif di mana tindakan menghina Islam bisa berujung pada hukuman mati.

Jaksa Munam Bashir Chaudhry mengatakan bahwa kasus Ali adalah yang pertama kali diadili di bawah undang-undang kejahatan dunia maya, yang disahkan pada 2016, berkaitan dengan ujaran kebencian.

Baca juga: Facebook Mengubah Gaya Komunikasi Pemerintah dengan Masyarakat

Ada beberapa kasus penuntutan terhadap "penistaan online" di Pakistan, termasuk satu kasus pada tahun 2017 yang membuat seorang pria dijatuhi hukuman mati karena membagikan apa yang dikatakan pengadilan sebagai konten hujatan di media sosial.

Meski demikian, tidak satu pun dari vonis sebelumnya yang diputuskan di bawah undang-undang kejahatan dunia maya, menurut Chaudhry.

Shahzad Ahmad, dari kelompok hak digital, Bytes for All, juga mengatakan bahwa ini adalah kasus pertama di bawah undang-undang kejahatan dunia maya.

Namun Ahmad memperingatkan, masih banyak kasus yang telah dilaporkan di bawah UU kontroversial itu, hal yang disebutnya "sangat mengkhawatirkan".

Baca juga: Kecanduan Media Sosial, Saat Waktu Habis untuk Main Facebook, Instagram, dan Twitter...

"Yang paling memprihatinkan adalah penyalahgunaan undang-undang ini," katanya kepada AFP.

Ditambahkan Ahmad, dirinya khawatir UU tersebut akan dapat digunakan sebagai alat penindasan lebih lanjut dalam kasus penistaan dan pidato kebencian berbasis agama.

Sementara itu, pihak berwenang Pakistan mengatakan telah mendaftarkan sekitar 500 kasus di bawah UU kejahatan dunia maya, sejak mulai diberlakukan.

Kritikan terhadap undang-undang itu mengatakan potensi lembaga-lembaga pemerintah dalam membatasi kebebasan berekspresi di negara, di mana para aktivis telah lama diperingatkan perihal menyusutnya ruang untuk perbedaan pendapat.

Baca juga: Maki Bupati di Facebook, Pemuda Pengangguran Ditangkap Polisi

Pada 2017, Pengadilan Tinggi Islamabad telah memerintahkan kepada pemerintah untuk membuka penyelidikan terhadap "penistaan online", mengancam akan melarang platform media sosial yang dianggap gagal menyensor konten yang menghina Islam dan nilai-nilainya.

Pakistan dikenal telah memblokir Facebook selama dua minggu pada tahun 2010 karena gagal menyensor konten yang menghujat.

Negara itu juga sempat memblokir Youtube dari 2012 hingga 2016 karena membiarkan sebuah video tentang Nabi Muhammad beredar dan memicu aksi protes kekerasan di penjuru dunia Muslim.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X