Pembunuh Pacar yang Jadi Penyebab Demonstrasi Hong Kong Setuju Kembali ke Taiwan

Kompas.com - 18/10/2019, 18:15 WIB
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melindungi diri mereka dari lemparan gas air mata yang ditembakkan polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melindungi diri mereka dari lemparan gas air mata yang ditembakkan polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Seorang pria yang jadi pembunuh pacar, dan merupakan penyebab demonstrasi di Hong Kong saat ini, dikabarkan sepakat kembali ke Taiwan.

Chan Tong-kai menjadi buruan polisi Taiwan karena membunuh pacarnya yang tengah hamil ketika mereka berlibur di sana Februari 2018 lalu.

Baca juga: Kembali Ejek Pemimpin Hong Kong, Politisi Oposisi Pro-demokrasi Diusir

Pembunuh 20 tahun itu kembali ke Hong Kong, di mana polisi tak bisa menangkapnya karena tidak ada perjanjian ekstradisi di antara dua wilayah.

Pemerintah Hong Kong merespons dengan menggulirkan rancangan UU Ekstradisi, di mana mereka bisa mengekstradisi pelaku termasuk ke China daratan.

Rancangan itu kemudian menuai reaksi hebat Juni lalu, di mana jutaan orang turun ke jalan melakukan demonstrasi hingga saat ini.

Protes yang awalnya menolak UU Ekstradisi meluas menjadi tuntutan demokrasi dan akuntabilitas polisi setelah pemerintah setempat dan China mengambil sikap tegas.

Kini, Chan yang menjadi asal muasal krisis di salah satu pusat finansial dunia itu mengindikasikan dia siap kembali ke Taiwan untuk menghadapi tuntutan.

Saat ini, Chan ditahan setelah terbukti atas dakwaan pencurian harta, dan tidak membantah sudah membunuh sang pacar, Poon Hiu-wing.

Diberitakan AFP Jumat (18/10/2019), dia diperkirakan akan bebas pekan depan. Kabar itu diungkapkan pendeta yang mengunjunginya, Peter Koon.

Menurut Kong yang sering mengunjunginya di penjara, Chan berinisiatif untuk menyerahkan dirinya sendiri kepada otoritas Taiwan.

"Saya yakin dia akan memegang teguh kata-katanya," terang Kong yang menambahkan, Chan sudah menginstruksikan agar disiapkan tim pengacara.

Sang pendeta mengatakan, Chan merasa menyesal kepada keluarga pacarnya, dan ingin meminta maaf karena sudah menyebabkan demonstrasi Hong Kong.

Taiwan sedianya bakal memberikan hukuman mati bagi pembunuh. Namun Kong yakin Chan bisa melewatinya jika dia sukarela menyerahkan diri.

Baca juga: Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

China Umumkan Kapal Induk Buatan Dalam Negeri Mereka Berlayar ke Selat Taiwan

Internasional
Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Presiden Filipina Rodrigo Duterte: Saya Sudah Tua

Internasional
Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Melesat di Survei Iowa, Wali Kota Gay Ini Jadi Kuda Hitam Pilpres AS

Internasional
Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Beritakan soal China, Pimpinan Koran Ini Dilarang Pulang ke Vanuatu

Internasional
Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X