Ketika Trump Bandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti Anak Kecil

Kompas.com - 18/10/2019, 13:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / TIMOTHY A. CLARYPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

DALLAS, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menuai sorotan atas komentarnya yang membandingkan Kurdi Suriah dan Turki seperti anak kecil.

Dalam pidatonya saat berkampanye di Texas, dia menyebut dia membiarkan Kurdi dan Turki bertikai di utara Suriah "layaknya anak kecil".

"Apa yang saya lakukan tidak umum. Saya berkata mereka akan bertarung untuk beberapa lama," ujar Trump seperti diberitakan AFP Jumat (18/10/2019).

Baca juga: [POPULER INTERNASIONAL] Erdogan Buang Surat Trump | Kasus Keluarga di Belanda yang Sembunyi Menunggu Kiamat

Trump menyebut baik Kurdi dan Turki adalah teman. Namun, dia mengatakan terkadang harus membiarkan keduanya terjun dalam pertempuran.

"Kadang Anda harus membiarkan mereka bertengkar, seperti dua anak kecil. Kemudian Anda harus memisahkannya," terang presiden 73 tahun itu.

Presiden ke-45 AS itu kemudian melanjutkan, keduanya bertarung selama sembilan hari seraya menyebutnya "bertarung dengan ganas".

Trump mendapat tekanan setelah memerintahkan penarikan 1.000 tentara AS yang berada di utara Suriah, dan menjadi penyangga Kurdi dan Turki.

Lebih dari 500 orang terbunuh, termasuk puluhan warga sipil, sejak Operation Peace Spring diumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan pekan lalu.

Kemudian organisasi pemantau perang Observatorium untuk HAM Suriah melaporkan, 300.000 orang harus mengungsi akibat serangan.

Trump ditekan bahkan oleh pendukungnya sendiri bahwa dia mengizinkan invasi Turki terhadap Kurdi melalui penarikan 1.000 tentara.

Namun, dia menekankan bahwa tidak ada "darah prajurit AS yang tertumpah" dalam operasi militer ketiga Turki yang dilakukan atas Kurdi Suriah.

Brett McGurk, mantan utusan kepresidenan untuk kampanye melawan ISIS meradang, dan menyebut komentar Trump itu "cabul serta bodoh".

Dalam kicauannya di Twitter, McGurk menerangkan 200.000 lebih orang yang tak bersalah harus mengungsi dengan ratusan orang tewas.

"Kemudian tahanan ISIS melarikan diri, ada laporan kejahatan perang, AS mengebom posisinya sendiri dan menyerahkannya ke Rusia, pertikaian dua anak kecil?" keluhnya.

Baca juga: Erdogan Disebut Buang Surat dari Donald Trump ke Tempat Sampah

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Polisi Hong Kong Kepung Universitas Setelah Bentrok Semalaman dengan Demonstran

Internasional
Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X