Pejabat AS Paham jika Kurdi Suriah Tidak Suka dengan Pengumuman Gencatan Senjata

Kompas.com - 18/10/2019, 12:45 WIB
Gambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEGambar yang diambil pada 13 Oktober 2019 dari kota Turki Ceylanpinar menunjukkan asap mengepul dari kota perbatasan Suriah Ras al-Ain di tengah pertempuran antara Turki melawan Kurdi. Kurdi mengumumkan mereka menjalin kerja sama dengan pemerintah Suriah demi menghadapi Turki yang menyerang sejak 9 Oktober 2019.

TEL AVIV, KOMPAS.com - Pejabat Amerika Serikat ( AS) menyatakan, dia memahami jika ada Kurdi Suriah yang tidak suka dengan pengumuman gencatan senjata.

James Jeffrey, Utusan Khusus AS untuk Suriah, mengatakannya dalam pesawat menuju Israel selepas pertemuan di ibu kota Turki, Ankara.

Baca juga: Bertemu Wapres AS, Turki Sepakat Tunda Serangan atas Kurdi Suriah

Di Ankara, Presiden Recep Tayyip Erdogan bertemu dengan Wakil Presiden AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo.

Dari hasil pertemuan, disepakati adanya gencatan senjata selama lima hari dengan milisi Kurdi diharuskan keluar dari utara Suriah.

Pence menyatakan, Washington bakal membantu memfasilitasi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) keluar dalam 120 jam mendatang.

"Pada dasarnya, kami melakukan upaya terbaik mengeluarkan YPG dengan 'wortel' dan 'tongkat' sanksi yang kami punyai," kata Jeffrey.

Karena itu seperti dilansir AFP Kamis (17/10/2019), dia mengaku paham jika masih ada anggota YPG yang menginginkan tinggal di area sengketa.

Adapun komandan Pasukan Demokratik Suriah (SDF), aliansi milisi dengan Kurdi sebagai penyokongnya, Mazloum Abdi menuturkan mereka akan mematuhi gencatan senjata.

Namun, gencatan senjata itu hanya akan terjadi di area yang mencakup Ras al-Ain dan Tal Abyad, dua kota yang paling dihantam Turki.

"Kami belum mendiskusikan nasib daerah lain," ujar Abdi merujuk pada kawasan di timur laut Suriah tempat Turki ingin membangun "zona aman".

Jeffrey melanjutkan, dia mendapat jaminan, Turki maupun Erdogan tidak berencana untuk menghuni lama kawasan utara Suriah itu.

Dia menyebut Turki sudah memberikan janji mereka hanya bermaksud mengusir milisi YPG, bukan populasi Kurdi secara keseluruhan.

Jeffrey berharap Turki tidak mengkhianatinya sehingga terjadi relokasi massal. "Karena kami sangat, sangat menentangnya," ujarnya.

Baca juga: Kurdi Suriah Bakal Patuhi Gencatan Senjata dengan Turki, tapi...

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X