Aktivis Pro-Demokrasi Hong Kong Dikeroyok Orang-orang Tak Dikenal Pakai Palu

Kompas.com - 16/10/2019, 22:11 WIB
Pengunjuk rasa memakai masker membawa payung berjalan saat reli anti-pemerintah di Causeway Bay, Hong Kong, China, Minggu (6/10/2019). Ribuan demonstran bermasker turun ke jalan buntut larangan penggunaan masker wajah yang diterapkan pemerintah setempat. ANTARA FOTO/REUTERS/JORGE SILVAPengunjuk rasa memakai masker membawa payung berjalan saat reli anti-pemerintah di Causeway Bay, Hong Kong, China, Minggu (6/10/2019). Ribuan demonstran bermasker turun ke jalan buntut larangan penggunaan masker wajah yang diterapkan pemerintah setempat.

HONG KONG, KOMPAS.com - Seorang tokoh aktivis gerakan pro-demokrasi Hong Kong, Jimmy Sham, terluka parah usai dikeroyok sekelompok orang tak dikenal menggunakan palu.

Insiden penyerangan itu terjadi pada Rabu (16/10/2019) malam, dengan korban ditinggalkan berlumuran darah di jalanan, sebelum dilarikan ke rumah sakit.

Menurut Front Hak Asasi Manusia Sipil (CHRF), Jimmy diserang oleh empat hingga lima orang yang membawa palu. Aksi penyerangan yang mereka sebut tindakan "teror politik" itu terjadi di distrik Mongkok.

"Dia mendapat luka pada bagian kepala dan dibawa ke rumah sakit Kwong Wah," kata CHRF dalam sebuah pernyataan, menambahkan bahwa korban dalam kondisi sadar saat petugas medis tiba.

Baca juga: Dapat Ejekan dari Oposisi, Pemimpin Hong Kong Batal Sampaikan Pidato Kenegaraan

Foto-foto yang diunggah ke internet menunjukkan Sham yang mengenakan kaus merah tergeletak di jalan dalam kondisi berlumuran darah.

"Tidak sulit untuk menghubungkan kejadian ini dengan teror politik yang menyebar untuk mengancam dan menghambat pelaksanaan yang sah dari hak-hak dasar dan hukum," tambah CHRF.

Sham merupakan juru bicara utama CHRF, sebuah kelompok yang mengadvokasi tanpa kekerasan dan mengorganisir serangkaian aksi damai yang menentang RUU Ekstradisi.

Beberapa aktivis pro-demokrasi telah diserang oleh pendukung pro-Beijing dalam beberapa bulan terakhir, termasuk Sham yang juga pernah diserang pada Agustus lalu.

Baca juga: Polisi Hong Kong: Demonstran Pakai Bom Rakitan Jarak Jauh untuk Lukai Petugas

Saat kekerasan meningkat, para pengunjuk rasa pro-demokrasi garis keras juga mulai menjalankan keadilan mereka sendiri dengan memukuli orang-orang yang secara vokal tidak setuju dengan tujuan mereka atau dipandang sebagai loyalis pemerintah.

Selama empat bulan terakhir, Hong Kong telah jatuh dalam krisis politik terburuk sejak diserahkan kembali ke pemerintahan China oleh Inggris, pada 1997.

Aksi unjuk rasa dengan massa turun ke jalan pertama terjadi pada bulan Juni, yang menentang RUU Ekstradisi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat 'Refund' dari Toko Hewan

Wanita di China Lempar Anak Kucing karena Tak Dapat "Refund" dari Toko Hewan

Internasional
Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Bertemu Mahathir, Anwar Ibrahim Kembali Tegaskan akan Jadi PM Malaysia

Internasional
Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Selamatkan Penumpang, Dokter Ini Isap 800 Ml Urine di Tengah Penerbangan

Internasional
Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar atas Tuduhan Genosida Rohingya di Sidang PBB

Internasional
Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Tolak Tawaran dari Perusahaan China, Tuvalu Mantap Mendukung Taiwan

Internasional
'Dibully' Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

"Dibully" Teman Sekelas, Balasan Murid di Malaysia Bikin Kagum Netizen

Internasional
Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan 'Doa Perdamaian' untuk Paus Fransiskus

Paduan Suara Muslim Thailand Lantunkan "Doa Perdamaian" untuk Paus Fransiskus

Internasional
Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Didakwa Korupsi, Perdana Menteri Israel Bersumpah Tidak Akan Mundur

Internasional
Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Terlalu Memperhatikan Anaknya, Ibu 17 Tahun Ini Ditembak Mati Tunangan

Internasional
Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Perdana Menteri Israel Didakwa Lakukan Korupsi

Internasional
Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Bocah 12 Tahun Jadi Terdakwa Termuda Demonstrasi di Hong Kong

Internasional
Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Hanya Minta Uang Receh, Pengemis di Brasil Ditembak Mati

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Israel Serang Iran di Suriah | Abu Sayyaf Sandera 3 Nelayan Indonesia

Internasional
China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X