Telepon Trump, Ini "Kata-kata Semangat" yang Diberikan Erdogan

Kompas.com - 16/10/2019, 16:56 WIB
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP/ADEM ALTAN, SAUL LOEBPresiden Turki Recep Tayyip Erdogan (kiri) dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump.

BAKU, KOMPAS.com - Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan membeberkan "kata-kata semangat" yang dia berikan saat menelepon Presiden AS Donald Trump.

Dalam wawancara dengan jurnalis Turki saat bertolak dari Baku, Azerbaijan, dia membagikan anekdot saat menelepon Trump pekan ini.

Dilansir Yeni Safak via AFP Rabu (15/10/2019), Erdogan mengatakan bagaimana Trump yang marah kepada media dari waktu ke waktu.

Baca juga: Bahas Konflik Suriah, Putin Undang Erdogan ke Rusia

Trump sebelumnya beberapa kali menyebut Fake News kepada media yang dia anggap melaporkan berita bohong, atau mengkritik pemerintahannya.

"Saya memberitahunya: Anda di bawah pengaruh mereka. Jangan dengarkan mereka. Anda adalah pemimpin yang kuat. Ini tak mencerminkan pemimpin kuat," katanya.

Ucapan presiden 65 tahun itu muncul di tengah operasi militer yang digelar Turki untuk menggempur milisi Kurdi di utara Suriah.

Memulai Operation Peace Spring pada 9 Oktober, Ankara mengirim tentara dan sekutu pemberontak Suriah setelah Washington menarik pasukan dari sana.

Keputusan dari Trump setelah menelepon Erdogan itu mendapat kritikan tajam karena dipandang memberikan jalan bagi Turki melakukan invasi.

Dalam serangkaian tekanan itu, presiden 73 tahun itu melontarkan kicauan di Twitter mulai dari mengancam Turki hingga menekankan Turki dan Kurdi saling berseteru sejak lama.

Dalam salah satu kicauannya, Trump mengumumkan bakal ada sanksi besar bagi Turki. "Apakah kami harus memerangi sekutu NATO ini? Perang tak akan berakhir!" serunya.

"Ketika kami melihat kicauan yang diunggah Tuan Trump di Twitter, kami sadar tak bisa lagi mengikutinya," jelas Erdogan di pesawat dikutip Hurriyet.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Ingin Pulang ke Myanmar, Pembantu Ini Celupkan Tangan Anak Majikan ke Air Mendidih

Internasional
Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Jenderal AS Sebut ISIS Bakal Bangkit jika Mereka Keluar dari Irak

Internasional
Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Manajer Sidang Pemakzulan: Trump Menipu guna Menangi Pilpres AS 2020

Internasional
Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran 'Pertukaran Saksi'

Pemakzulan Trump: Demokrat Tolak Tawaran "Pertukaran Saksi"

Internasional
Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Tak Sengaja Berikan Kunci Mobil Saat Kampanye, Politisi Peru Ini Minta Bantuan Netizen

Internasional
Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Berkunjung ke Gereja di Yerusalem, Presiden Perancis Berteriak ke Keamanan Israel

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

[POPULER INTERNASIONAL] Kesaksian Pengantin Pesanan China | Gadis di Gresik Tulis Surat ke PM Australia

Internasional
Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Ibu di India Ini Jual Rambut Rp 28.000 demi Beri Makan 3 Anaknya

Internasional
Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Berhubungan Seks Saat Jam Kerja, Polisi di New York Ini Dipindahtugaskan

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Korban Meninggal Virus Corona di China Bertambah Jadi 9 Orang, Disebut Bisa Bermutasi

Internasional
Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Debat Lebih dari 12 Jam, Senat AS Setujui Aturan Sidang Pemakzulan Trump

Internasional
Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Pengakuan Pengantin Pesanan di China: 2 Kali Menikah, Sering Dipukuli

Internasional
Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Putra Mahkota MBS Dituding Retas Ponsel Jeff Bezos, Arab Saudi Beri Jawaban

Internasional
Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Permalukan Orang Pakai Piyama di Jalan, Kota di China Meminta Maaf

Internasional
Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Putra Mahkota Arab Saudi Disebut Retas Ponsel Orang Terkaya Dunia pada 2018

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X