Bahas Konflik Suriah, Putin Undang Erdogan ke Rusia

Kompas.com - 16/10/2019, 15:06 WIB
Gambar yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Turki pada 27 Agustus 2019 memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin mampir membeli es krim di sela kunjungan Erdogan ke pameran kedirgantaraan MAKS-2019 di Zhukovksy, pinggiran Moskwa. AFP/HANDOUT/TURKISH PRESIDENCY PRESS OFFICEGambar yang dirilis oleh Kantor Kepresidenan Turki pada 27 Agustus 2019 memperlihatkan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan bersama Presiden Rusia Vladimir Putin mampir membeli es krim di sela kunjungan Erdogan ke pameran kedirgantaraan MAKS-2019 di Zhukovksy, pinggiran Moskwa.

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin dilaporkan mengundang Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan untuk membahas konflik Suriah.

"Putin mengundang Erdogan dalam agenda kenegaraan dalam beberapa hari ke depan. Undangan itu pun diterima," terang Moskwa dalam rilis resminya.

Baca juga: Rusia Rilis Foto Putin Memetik Jamur di Hutan Saat Hari Ulang Tahun

Dikatakan kedua pemimpin itu ingin menekankan perlunya mencegah konfrontasi antara pasukan Turki dengan tentara pemerintah Suriah.

Dilansir AFP Rabu (15/10/2019), Kremlin menyatakan undangan itu dilontarkan dalam percakapan telepon yang diinisiasi Ankara.

"Putin mengkhawatirkan kabar teroris berusaha kabur dan menerobos negara tetangga di tegah serangan Turki terhadap Kurdi," ulas Mokswa.

Kabar itu muncul setelah Erdogan menggelar Operation Peace Spring pada 9 Oktober yang memang bertujuan menggempur pertahanan Kurdi.

Turki memandang Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG) sebagai teroris karena dianggap merupakan kepanjangan dari Partai Rakyat Kurdistan (PKK).

Mendapat serangan dari Ankara, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) dengan YPG sebagai intinya mengumumkan kerja sama dengan Damaskus.

Pasukan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad pun langsung bergerak ke kota Manbij, lokasi kunci yang sempat dikuasai Turki.

Operasi itu pun tak pelak menuai kritik dari negara Barat, terutama Amerika Serikat (AS) yang menjadi sekutu SDF dalam memerangi ISIS.

Sebabnya, Kurdi sempat memperingatkan bahwa agresi Turki bisa berimbas kepada lepasnya sejumlah tahanan berbahaya ISIS.

Presiden Donald Trump kemudian mengumumkan siap menghancurkan ekonomi Turki, dengan Erdogan menanggapi dia tak khawatir jika Washington menjatuhkan sanksi.

Baca juga: Disanksi AS karena Serangan ke Kurdi, Erdogan Tak Khawatir

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X