Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Kompas.com - 15/10/2019, 22:55 WIB
Warga sipil Suriah menyelamatkan diri saat dimulainya operasi militer oleh Turki ke kota Ras al-Ain di provinsi Hasakeh, Rabu (9/10/2019). AFP / DELIL SOULEIMANWarga sipil Suriah menyelamatkan diri saat dimulainya operasi militer oleh Turki ke kota Ras al-Ain di provinsi Hasakeh, Rabu (9/10/2019).

"Kami adalah saudara-saudaramu dari ISIS, kami akan membawamu ke tempat yang aman."

"Anda adalah bagian dari ISIS, Anda tinggal di sini," tambah pihak keluarga mengulang pesan yang mereka terima dari Suriah.

Pada Minggu (13/10/2019), sejumlah wanita keluarga anggota ISIS yang dibebaskan dari kamp penahanan telah mengirim pesan audio kepada kerabat mereka di Perancis.

Dalam pesan yang juga didengar oleh AFP itu, mengklaim bahwa mereka dipaksa meninggalkan kamp penampungan oleh para sipir Kurdi dan bahwa tenda mereka di kamp telah dibakar.

Mereka kemudian berjalan melintasi padang pasir bersama dengan anak-anak mereka yang masih kecil sebelum kemudian mendapat bantuan dari "orang-orang Suriah bersenjata".

Baca juga: Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Dose, yang selama berbulan-bulan berusaha meyakinkan pemerintah Perancis untuk mengizinkan para wanita itu pulang, mengatakan bahwa pihaknya telah menyampaikan perkembangan terbaru itu kepada Kementerian Luar Negeri.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pemerintahan Presiden Emmanuel Macron sebelumnya telah menolak untuk menerima kembali warga Perancis yang pergi ke Suriah dan Irak untuk bergabung dengan ISIS.

Sumber dari Kurdi mengatakan sekitar 12.000 anggota ISIS, yang terdiri dari warga Suriah dan Irak, serta orang asing dari 54 negara, telah ditahan di penjara yang dikelola pasukan Kurdi di Suriah utara.

Lebih lanjut sumber itu mengatakan, sebanyak 12 orang pendukung asing, yang terdiri dari 4.000 wanita dan 8.000 anak-anak, telah ditahan di kamp-kamp penampungan untuk para pengungsi.

Sementara Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan berjanji akan mencegah para anggota ISIS dari meninggalkan wilayah Suriah timur laut.

Halaman:


Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.