Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Kompas.com - 15/10/2019, 20:00 WIB
Warga Jepang saat berlindung di pusat evakuasi di sebuah sekolah dasar di Koriyama, prefektur Fukushima, untuk berlindung dari Topan Hagibis. AFP / JIJI PRESSWarga Jepang saat berlindung di pusat evakuasi di sebuah sekolah dasar di Koriyama, prefektur Fukushima, untuk berlindung dari Topan Hagibis.

TOKYO, KOMPAS.com - Sebuah pusat evakuasi bencana di Jepang menuai kecaman setelah dikabarkan menolak dua orang tunawisma saat Topan Hagibis menerjang, akhir pekan lalu.

Staf di pusat evakuasi di sebuah sekolah di wilayah Taito dikabarkan telah menolak dua orang tunawisma untuk masuk pada saat terjadinya terjangan Topan Hagibis, pada Sabtu (12/10/2019).

Staf di pusat evakuasi beralasan, kedua tunawisma itu tidak diperbolehkan masuk karena tidak memiliki alamat tempat tinggal di daerah itu.

Staf itu mengatakan bahwa tempat penampungan itu hanya bagi warga di lingkungan sekitar, menurut seorang pejabat setempat.

"Saat itu angin kencang dan hujan deras, dan saya ingin mereka membiarkan saya masuk," kata seorang tunawisma, kepada surat kabar Asahi.

Baca juga: Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Pria tunawisma berusia 64 tahun itu mengatakan bahwa dirinya telah tiba di pusat evakuasi sejak Sabtu pagi. Dia diminta untuk menuliskan nama dan alamat tempat tinggalnya.

Namun ketika dia mengatakan memiliki alamat di Hokkaido, staf pusat evakuasi menolaknya masuk karena dia bukan penduduk setempat.

Surat kabar itu menambahkan, seorang pria tunawisma lainnya yang datang pada sore hari juga telah ditolak masuk gedung pusat evakuasi.

Tidak adal laporan korban tewas akibat terjangan Topan Hagibis di Tokyo, yang sampai di daratan Jepang pada Sabtu malam.

Namun topan yang membawa angin kencang dan hujan deras itu telah menewaskan hingga 66 orang di wilayah lain yang dilaluinya.

Baca juga: Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Jumlah korban tewas itu dimungkinkan bertambah mengingat upaya pencarian yang masih dilakukan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X