Turki Bantah Serangannya terhadap Kurdi Suriah Meningkatkan Risiko Tahanan ISIS Kabur

Kompas.com - 14/10/2019, 21:27 WIB
Pasukan milisi Suriah yang didukung Turki menembakkan senapan mesin di kota perbatasan Tal Abyad, Minggu (13/10/2019).
AFP / BAKR ALKASEMPasukan milisi Suriah yang didukung Turki menembakkan senapan mesin di kota perbatasan Tal Abyad, Minggu (13/10/2019).

ANKARA, KOMPAS.com - Otoritas Turki membantah bahwa serangannya di Suriah utara telah memicu sejumlah tahanan ISIS melarikan diri dari kamp-kamp penahanan.

Sebaliknya, Ankara menuding milisi Kurdi telah secara sengaja "mengosongkan"sebuah penjara yang menjadi tempat penahanan para anggota kelompok teroris dan ekstremis.

"Hanya ada satu penjara Daesh (ISIS) di wilayah (operasi) kami dan kami telah melihatnya dikosongkan oleh YPG (milisi Unit Perlindungan Rakyat Kurdi)," kata Menteri Pertahanan Turki Hulusi Akar, kepada wartawan.

"Ada (bukti) gambar dan rekaman video tentang itu," tambahnya, tanpa menyebut nama dari penjara yang dimaksud.

Baca juga: Trump: Kurdi Suriah Mungkin Sengaja Bebaskan Tahanan ISIS untuk Pancing AS

Dilansir AFP, Presiden Recep Tayyip Erdogan sebelumnya telah mengecam adanya laporan disinformasi bahwa serangan Turki terhadap pasukan Kurdi di Suriah telah meningkatkan risiko anggota ISIS melarikan diri.

"Ini sebenarnya merupakan informasi yang bertujuan untuk memprovokasi Amerika Serikat atau negara-negara Barat," kata Erdogan, seperti dikutip surat kabar harian, Hurriyet.

Sebelumnya diberitakan, otoritas Kurdi mengatakan bahwa hampir 800 pendukung asing ISIS yang ditahan di kamp di Ain Issa telah melarikan diri, menyusul terjadinya serangan pemboman oleh Turki.

Namun sumber AFP di Perancis mengatakan bahwa penjaga dari kelompok Kurdi telah memaksa para wanita dan anak-anak yang memiliki ikatan keluarga dengan anggota ISIS itu untuk meninggalkan kamp.

"Hari ini (Minggu, 13/10/2019), penjaga Kurdi membukakan pintu untuk para wanita asing dan meminta mereka meninggalkan kamp," kata sumber yang merupakan ibu dari seorang wanita yang ditahan di Suriah bersama bayinya yang berusia 18 bulan.

Baca juga: Demi Hadapi Turki, Kurdi Bersekutu dengan Pasukan Pemerintah Suriah

"Mereka tidak melarikan diri, tetapi mereka diusir. Pasukan Kurdi hanya tidak menginginkan mereka dan berharap mereka akan diambil alih oleh pasukan Suriah atau Turki."

"Selama beberapa hari, serangan bom akan jatuh semakin dekat dan dekat dengan kamp, di mana tidak ada lagi relawan, tidak ada lagi bantuan," tambah sumber.

Pasukan Kurdi sebelumnya juga telah mengklaim adanya lima anggota kelompok ISIS yang melarikan diri pada Jumat (11/10/2019) dari sebuah penjara di wilayah itu.

Turki telah melancarkan serangan terhadap Kurdi di Suriah untuk hari keenam. Ankara memandang milisi YPG, yang telah menjadi sekutu AS dalam melawan ISIS di Suriah, sebagai teroris.

Pendapat serupa juga disampaikan Trump, yang membantah tuduhan bahwa keputusannya menarik pasukan AS dari Suriah telah turut meningkatkan risiko anggota ISIS melarikan diri.

Trump sebaliknya menilai orang-orang Kurdi yang telah dengan sengaja melepaskan para anggota asing ISIS itu.

Baca juga: Video Ungkap Detik-detik Tawanan ISIS Kabur dari Penjara Kurdi Suriah

"Orang-orang Kurdi mungkin melepaskan beberapa dari mereka demi membuat kami (AS) tetap terlibat di sana," tulis Trump di Twitter.

"(Mereka) bisa dengan mudah ditangkap kembali oleh Turki ataupun negara-negara Eropa dari mana mereka datang, tetapi mereka harus bergerak cepat," lanjut Trump.

Sementara itu Inggris dilaporkan telah menyiagakan pasukan udara khusus, SAS, untuk bersiap menjalan misi "tangkap atau bunuh" jika menemukan anggota ISIS yang berbahaya kabur.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X