PBB: Serangan Militer Turki ke Suriah Bisa Dorong 400.000 Warga Mengungsi

Kompas.com - 13/10/2019, 18:40 WIB
Warga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEWarga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019.

DAMASKUS, KOMPAS.com - Serangan militer mematikan oleh Turki terhadap Kurdi di Suriah timur laut disebut telah memaksa hingga 130.000 orang terpaksa meninggalkan rumah mereka.

Disampaikan PBB, jumlah pengungsi dan orang-orang yang terdampak operasi militer Turki di Suriah masih dapat bertambah hingga menjadi tiga kali lipat.

"Kami telah bergerak untuk skenario perencanaan di mana hingga 400.000 orang dapat telantar, baik di dalam maupun di sekitar daerah terdampak serangan," kata Jens Laerke, juru bicara Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA), Minggu (13/10/2019).

Baca juga: Pasukan Turki Klaim Merebut Kota Suriah, Kurdi Membantah

Ditambahkannya bahwa ratusan ribu orang tersebut akan membutuhkan "bantuan dan perlindungan".

PBB sebelumnya telah mengatakan, Jumat (11/10/2019), sekitar 100.000 orang telah dipaksa untuk meninggalkan rumah mereka sejak awal serangan militer Turki pada hari Rabu (9/10/2019).

Ankara melancarkan Operasi Peace Spring, setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memerintahkan kepada seluruh pasukan AS untuk mundur dari perbatasan.

Pada Minggu, PBB kembali memperingatkan jumlah pengungsi yang terus bertambah dari daerah pedesaan di sekitar Tell Abyad dan Ras al-Ain dengan perkiraan terkini telah lebih dari 130.000 orang.

Baca juga: Mendapat Ancaman Sanksi AS, Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan ke Kurdi Suriah

"Jumlah lebih rinci belum dapat dipastikan," kata badan PBB dalam dokumen penilaian yang telah diperbarui.

Sebagian besar warga yang mengungsi memilih tinggal di tempat kerabat atau pun di tempat penampungan komunitas. Namun tidak sedikit pula yang sudah tiba di tempat penampungan kolektif seperti di gedung-gedung sekolah.

PBB memperingatkan dampak eskalasi serangan Turki atau perubahan mendadak dalam kendali atas wilayah.

"Kekhawatiran serius muncul terhadap risiko yang dihadapi ribuan orang telantar yang rentan, termasuk wanita dan anak-anak di berbagai kamp pengungsian," lanjut pernyataan PBB, yang merujuk pada Al-Hol, sebuah kamp yang menampung anggota keluarga tersangka ISIS yang ada di luar area yang ditargetkan Turki.

Baca juga: Pasukan AS Mendapat Serangan dari Tentara Turki di Suriah

Lebih lanjut, PBB mengatakan bahwa ada banyak konsekuensi kemanusiaan lainnya terhadap serangan militer, yang dilakukan di berbagai lokasi garis depan di sepanjang perbatasan.

Organisasi itu juga menyampaikan keprihatinan akan keselamatan staf PBB dan organisasi bantuan internasional lainnya, yang beroperasi di wilayah itu, dan telah memangkas jumlah staf internasional dari 384 orang menjadi 200 orang.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Teman Dekat Mantan Presiden Barack Obama Ramaikan Pertarungan Pilpres AS 2020

Internasional
Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Di Ulang Tahun ke-16, Seorang Remaja Tembaki Sekolah dan Bunuh 2 Orang di AS

Internasional
Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X