Kompas.com - 12/10/2019, 19:39 WIB
Warga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019. AFP/OZAN KOSEWarga sekitar memandang kepulan asap yang membubung dari kota Suriah Ras al-Ain dari perbatasan Turki Ceylanpinar pada 11 Oktober 2019.

ANKARA, KOMPAS.com - Pasukan Turki mengklaim, mereka berhasil merebut kota perbatasan Suriah dari tangan Kurdi, yang segera direspons bantahan.

"Sebagai hasil dari kesuksesan Operation Peace Spring, kota Ras al-Ain di timur Eufrat berada dalam kendali," jelas Turki di Twitter.

Baca juga: Militer Turki Bantah Menyerang Pasukan AS di Suriah

Ras al-Ain dan Tal Abyad merupakan fokus utama operasi militer Turki melawan Kurdi Suriah sejak operasi dilancarkan pada Rabu (9/10/2019).

Ankara selalu menggunakan pengeboman disertai dengan upaya ofensif, membuat ribuan penduduk lokal harus melarikan diri dari sana.

Namun seperti diberitakan AFP Sabtu (12/10/2019), Kurdi membantah kota mereka sudah dikuasai di tengah serangan yang memasuki hari keempat.

"Ras al-Ain masih melawan dengan pertempuran masih berlangsung," tegas Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Mengutip keterangan dari pejabat anonim, SDF disebut sempat mundur sebelum melancarkan serangan balasan kepada pasukan Turki.

Dalam pantauan jurnalis AFP, Turki dan kelompok pemberontak Suriah yang menjadi sekutunya memang memasuki kota. Namun belum merebutnya.

Begitu juga degan Observasi HAM untuk Suriah yang menyatakan, belum ada tanda-tanda bahwa Ras al-Ain telah jatuh ke tangan Ankara.

Seorang komandan tentara pemberontak yang didukung Turki mengatakan, mereka memang sudah menyegel rute utama. Namun pertahanan SDF membuat mereka urung bergerak maju.

"Terdapat perlawanan yang luar biasa. Kami tidak mampu untuk bergerak karena banyaknya penembak runduk (sniper)," jelas komandan tersebut.

Baca juga: Buntut Serangan Turki, 5 Tahanan ISIS Melarikan Diri dari Penjara Kurdi Suriah



Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X