1 Orang Tewas Saat Topan Hagibis Menerjang Pusat Jepang

Kompas.com - 12/10/2019, 14:07 WIB
Sekelompok pekerja penyelamat melewati rumah yang hancur akibat terjangan Topan Hagibis di Ichihara, Prefektur Chiba, pada 12 Oktober 2019. Topan Hagibis, dikenal juga sebagai Topan Nomor 19, disebut adalah topan terkuat yang melanda Jepang dalam 60 tahun terakhir. REUTERS/Kazuki WakasugiSekelompok pekerja penyelamat melewati rumah yang hancur akibat terjangan Topan Hagibis di Ichihara, Prefektur Chiba, pada 12 Oktober 2019. Topan Hagibis, dikenal juga sebagai Topan Nomor 19, disebut adalah topan terkuat yang melanda Jepang dalam 60 tahun terakhir.

TOKYO, KOMPAS.com - Setidaknya satu orang tewas ketika Topan Hagibis melanda pusat Jepang, dengan angin bertiup kencang Sabtu (12/10/2019).

Badai itu dilaporkan telah melemah ketika mendekati Negeri "Sakura", tetapi masih tetap dikategorikan berbahaya dengan kecepatan angin hingga 195 km per jam.

Baca juga: Typhoon Hagibis, Kesaksian WNI di Jepang soal Langit Berwarna Pink...

Topan Hagibis diperkirakan mendarat pada Sabtu sore waktu setempat. Namun, dampaknya sudah memengaruhi kawasan tengah dan selatan Honshu, pulau utama Jepang.

Diberitakan CNN, angin berkecepatan 100-130 km per jam diprediksi bakal menghantam bagian selatan, termasuk Tokyo, antara pagi dan malam.

Merujuk pada pernyataan polisi lokal, seorang pria di Ichihara City, Prefektur Chiba, tewas setelah Topan Hagibis membalikkan mobilnya Sabtu pagi.

Selain itu, setidaknya lima orang dilaporkan terluka, termasuk lima anak-anak, ketika topan menyapu kota yang berada di tenggara Tokyo itu.

Kemudian curah hujan hingga 200 milimeter diperkirakan bakal berdampak banjir. Evakuasi diberlakukan bagi seluruh wilayah Tokyo.

Selain itu, topan juga menyebabkan puluhan juta warga di ibu kota Jepang itu harus berlindung. Jalanan yang biasanya ramai terlihat lengang di tengah prediksi hujan lebat.

Segala penerbangan dari dan menuju Tokyo dibatalkan hingga Minggu pagi (13/10/2019). Selain itu, kereta cepat di Tokyo, Nagoya, dan Osaka juga ditangguhkan.

Berdasarkan laporan dari perusahaan penyedia listrik TEPCO, wilayah di Kanto, Chiba, maupun ibu kota Tokyo mengalami pemadaman.

Topan Hagibis disebut merupakan topan terkuat dalam 60 tahun terakhir, dengan ahli memperkirakan bakal lebih hebat dari Topan Ida.

Ketika menerjang Jepang pada 1958 silam, Topan Ida diberitakan menewaskan sekitar 1.269 orang.

Baca juga: Typhoon Hagibis Mendekati Jepang, Tagar #SaveJapan Muncul di Twitter

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber CNN
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X