Gara-gara Foto "Selfie", Idola Jepang Ini Dilecehkan Fans Garis Keras

Kompas.com - 11/10/2019, 21:27 WIB
Idola Jepang bernama Ena Matsuoka (kiri) diserang oleh fans garis keras bernama Hibiki Sato (kanan) pada 1 September lalu. Sato bisa membuntuti Matsuoka setelah menganalisis foto selfie sang idola. Twitter/matuokaena, Screengrab via Asia OneIdola Jepang bernama Ena Matsuoka (kiri) diserang oleh fans garis keras bernama Hibiki Sato (kanan) pada 1 September lalu. Sato bisa membuntuti Matsuoka setelah menganalisis foto selfie sang idola.

TOKYO, KOMPAS.com - Seorang idola pop di Jepang dilaporkan mengalami pelecehan oleh fans garis keras buntut foto selfie yang dia unggah.

Ena Matsuoka diserang di luar rumahnya oleh seorang penggemar yang ternyata bisa menebak di mana dia tinggal berbekal foto di media sosial.

Baca juga: Di Afrika Selatan, Seorang Fans Meloncat dan Tendang Arnold Schwarzenegger

Si fans, diidentifikasi bernama Hibiki Sato, menggunakan foto selfie Matsuoka, dan memperbesar pantulan gambar dari matanya.


Berkat cara itu, Sato mampu mengenali perhentian bus hingga pemandangan sekitar dari tempat tinggal Matsuoka setelah dicocokan dengan Google Maps.

Dilansir Asia One dan Russian Today Kamis (10/10/2019), dia bahkan bisa menebak di mana sang idola tinggal hanya dari jendela dan sinar matahari di matanya.

Matsuoka merupakan anggota dari idol group Jepang Tenshitsukinukeniyomi diserang oleh Sato pada 1 September ketika dia menunggunya di perhentian bus.

Gadis 21 tahun itu hendak membuka pintu apartemennya ketika Sato menghampirinya dari belakang, dan membekap mulutnya menggunakan kain.

Pria 26 tahun itu kemudian menyeret Matsuoka di pojokan ruangan dan melakukan pelecehan terhadapnya, membuat wajah Matsuoka terluka.

Sato baru mengakui kejahatannya ketika dia ditangkap pada 17 September, atau 16 hari sejak insiden penyerangan berlangsung.

Kepada polisi, dia mengakui fans garis keras (atau sasaeng) yang begitu mengidolakan Matsuoka. Dia pun menjalani kejahatannya Selasa (8/10/2019).

Fans dari grup J-pop berkali-kali menyerukan supaya idola mereka mendapat pengawalan khusus buntut serangan dalam beberapa tahun terakhir.

Maho Yamaguchi, mantan anggota NGT48, mengisahkan pada Januari lalu bagaimana dia diserang oleh dua orang yang memasuki rumahnya.

Baca juga: Ribuan Fans Alien Datangi Area 51 di Padang Pasir Nevada, 5 Orang Ditahan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Asia One
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Kasus Pesawat Militer Chile Menghilang, Tim Penyelamat Temukan Mayat

Internasional
Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Korban Tewas Gunung Meletus di Selandia Baru Bertambah Jadi 8 Orang

Internasional
Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Sidang Pemakzulan Trump Bakal Jadi Prioritas Senat AS pada Januari 2020

Internasional
Korea Utara Mengancam Bakal Beri 'Hadiah Natal', Ini Peringatan AS

Korea Utara Mengancam Bakal Beri "Hadiah Natal", Ini Peringatan AS

Internasional
Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk 'Person of the Year' Versi TIME

Aktivis Perubahan Iklim Greta Thunberg Masuk "Person of the Year" Versi TIME

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak 'Panas' di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

[POPULER INTERNASIONAL] Baku Tembak "Panas" di New Jersey | 2 Pasal Pemakzulan Trump Dirilis

Internasional
Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X