AD Korea Selatan Bakal Kurangi 100.000 Tentara dalam 3 Tahun, Ada Apa?

Kompas.com - 11/10/2019, 19:46 WIB
Para prajurit Korea Selatan ini berlindung di balik pembatas jalan saat mengepung tersangka pelaku penembakan lima tentara di sebuah kawasan hutan di wilayah timur negeri itu. Setelah dikepung selama 24 jam, pelaku penembakan bisa diringkus. YONHAP / AFPPara prajurit Korea Selatan ini berlindung di balik pembatas jalan saat mengepung tersangka pelaku penembakan lima tentara di sebuah kawasan hutan di wilayah timur negeri itu. Setelah dikepung selama 24 jam, pelaku penembakan bisa diringkus.

SEOUL, KOMPAS.com - Angkatan Darat ( AD) Korea Selatan (Korsel) menyatakan, mereka bakal mengurangi 100.000 tentara dalam tiga tahun ke depan.

Diberitakan kantor berita AFP Jumat (11/10/2019), kebijakan itu diberlakukan setelah Negeri "Ginseng" disebut mengalami penyusutan populasi.

Baca juga: Tentara Korsel Pasang Puluhan Loud Speaker di Perbatasan, Buat Apa?

Korea Selatan mewajibkan warga pria untuk menjalani wajib militer selama dua tahun, menyusul ketegangan dengan negara tetangga, Korea Utara (Korut).

Perang Korea 1950-1953 berakhir hanya dengan gencata senjata, bukan perjanjian damai. Jadi, secara teknis dua negara masih berperang.

Dalam laporan kepada parlemen seperti dikutip Yonhap, AD menyatakan mereka bakal memangkas pasukannya hingga ke level 464.000 pada 2022.

Sejalan dengan penurunan tentara, jumlah korps bakal dipangkas dari delapan menjadi enam, dan memotong divisi dari 38 ke 33 pada 2025.

Gabungan militer Korsel yang berjumlah 600.000 masih kalah jauh dibandingkan balatentara Korea Utara yang berkekuatan 1,3 juta personel.

Merujuk kepada laporan pertahanan Korea Selatan pada 2018, sebanyak 1,1 juta di antaranya memperkuat angkatan darat negara komunis itu.

Selain itu, analis juga memprediksi bahwa negara yang dipimpin Kim Jong Un tersebut mempunyai 20 hingga 60 senjata nuklir.

Untuk menyiasati reduksi pasukan, AD Korsel menuturkan bakal mengembangkan sistem kecerdasan buatan hingga kendaraan terbang militas tinggi terbaru.

Kebijakan penurunan tentara terjadi setelah Korsel berjuang dalam meningkatkan tingkat kesuburan total negara tersebut.

Pada 2018, jumlah anak yang diharapkan lahir hanyalah 0,98. Jauh dari angka 2,1 yang dipatok guna menjaga stabilitas populasi.

Terdapat laporan bahwa populasi Korea Selatan yang saat ini mencapai 51 juta bakal anjlok di angka 39 juta pada 2067 mendatang, dengan rerata usia 62 tahun.

Baca juga: Militer Korea Selatan akan Bentuk Unit Tempur Pesawat Nirawak

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Rusia Bakal Kembalikan 3 Kapal yang Ditahan ke Ukraina

Internasional
Korea Utara Sebut Joe Biden 'Anjing Gila', Begini Reaksi Trump

Korea Utara Sebut Joe Biden "Anjing Gila", Begini Reaksi Trump

Internasional
Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Diserbu Polisi, Demonstran Hong Kong Bakar Pintu Masuk Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

[POPULER INTERNASIONAL] Media AS Soroti Pabrik Tahu di Tropodo | Penyanyi Chile Telanjang Dada sebagai Protes

Internasional
Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Siksa Anaknya yang Berusia 5 Tahun hingga Tewas, Terungkap Kecerdasan Si Ayah Rendah

Internasional
Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Media AS New York Times Soroti Pabrik Tahu di Indonesia yang Gunakan Plastik sebagai Bahan Bakar

Internasional
Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Suarakan Protes, Penyanyi Chile Ini Telanjang Dada Saat Terima Penghargaan

Internasional
Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Kapten Polisi di AS Ini Ditangkap Anggotanya Sendiri dalam Kasus Prostitusi

Internasional
Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Pria Australia Kisahkan Selamat dari Serangan Buaya Setelah Cungkil Matanya

Internasional
Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Venesia Dilanda Banjir, Karya Seni Mulai Diselamatkan

Internasional
Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Pelaku Penembakan Massal SMA AS yang Tewaskan 2 Murid Meninggal di Rumah Sakit

Internasional
Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Abaikan Ancaman Sanksi AS, Turki Bakal Beli Sistem Rudal S-400 dari Rusia

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bocah 9 Tahun Lulus Sarjana | Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Ada Bau 'Kaus Kaki Basah', Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Ada Bau "Kaus Kaki Basah", Pesawat Airbus Dikembalikan ke Perancis

Internasional
Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara 'Online'

Kera Babon Pintar Ini Pakai Ponsel Pawang dan Pesan Barang secara "Online"

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X