Topan Hagibis Siap Terjang Jepang, Berpotensi Jadi Topan Terkuat Sejak 60 Tahun

Kompas.com - 11/10/2019, 17:48 WIB
Karung pasir ditumpuk di tembok laut sebagai persiapan untuk menghadapi Topan Hagibis di pantai di Yokohama, Jepang, Jumat (11/10/2019). REUTERS via KYODOKarung pasir ditumpuk di tembok laut sebagai persiapan untuk menghadapi Topan Hagibis di pantai di Yokohama, Jepang, Jumat (11/10/2019).

NAGOYA, KOMPAS.com - Jepang bersiap menghadapi topan super Hagibis yang berpotensi menjadi topan terkuat dalam 60 tahun.

Topan super Hagibis tersebut oleh para ahli diperkirakan lebih kuat dan lebih merusak dibandingkan Topan Ida, yang telah menewaskan sekitar 1.269 orang saat menerjang Jepang pada 1958.

Penduduk di Jepang tengah dan timur pada Kamis (10/10/2019), bergegas menuju ruang bawah tanah atau mengungsi, setelah angin topan mendekat dari Samudra Pasifik.

Angin topan itu diperkirakan bakal berkembang dengan cepat menjadi berstatus topan super dalam waktu 18 jam.

Baca juga: Korea Utara Diterjang Topan Lingling, 5 Orang Tewas

Topan super Hagibis, yang berarti "kecepatan" dalam bahasa Filipina, diperkirakan mencapai Nagoya di Jepang tengah pada Sabtu (12/10/2019) pagi.

Badan Meteorologi Jepang telah mengeluarkan peringatan hujan lebat, angin kencang, gelombang tinggi, dan badai.

Terima kasih telah membaca Kompas.com.
Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Badan tersebut juga telah mendesak kepada masyarakat untuk mengambil tindakan pencegahan lebih awal dari biasanya.

Masyarakat bersiap agar yang terjadi bulan lalu, ketika Topan Faxai melanda Jepang timur tidak kembali terjadi.

Dampak dari topan Faxai, tiga orang dilaporkan tewas dengan puluhan lainnya luka-luka.

Setidaknya 930.000 orang kehilangan pasokan listrik dengan sebagian daerah membutuhkan waktu hingga dua minggu untuk pulih sepenuhnya.

Baca juga: BMKG Sebut Typhoon Hagibis Picu Gelombang 4 Meter di Perairan Indonesia

Rumah sakit terpaksa mengandalkan generator darurat, mesin ATM tak berfungsi dan persediaan makanan di supermarket mulai busuk.

"Saya memutuskan untuk pergi ke rumah orangtua saya di prefektur Saitama pada akhir pekan," kata Yuki Hori, yang bekerja untuk pemerintah lokal di Yokohama.

"Topan bulan lalu benar-benar buruk dan saya khawatir kali ini akan menjadi lebih buruk, jadi saya memutuskan untuk pergi langsung selesai bekerja pada Jumat malam," tambahnya.

Kazuhisa Tsuboki, profesor di Universitas Nagoya, yang khusus mempelajari topan, memperingatkan bahwa topan kalo ini berpeluang menjadi jauh lebih kuat dibandingkan Topan Faxai.

"Saat mendekati daratan angin kencang akan menjadi masalah besar dan penduduk di Nagoya dan Tokyo akan berada dalam bahaya," ujarnya.

Baca juga: Formula 1 GP Jepang Terancam Batal karena Topan Hagibis

"Karena badai ini lebih kuat, angin yang dibawa akan lebih kuat, curah hujan lebih tinggi, dan kerusakan akan lebih parah dibanding yang ditimbulkan Faxai. Jadi warga harus lebih berhati-hati."

"Ketika sampai di daratan, Hagibis bisa menjadi salah satu topan terkuat yang menghantam Tokyo sejak 1958, ketika Topan Ida menerjang. Saat itu menjadi bencana serius dan lebih dari 1.200 orang meninggal," tambahnya.

Menurut Tsuboki, hujan lebat yang dibawa angin topan ini akan menjadi lebih buruk. Topan ini kemungkinan akan menyebabkan banjir parah dan tanah longso di lereng bukit yang telah dilemahkan oleh hujan.



Sumber Reuters,SCMP
Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X