Senator AS Berniat Menjatuhkan Sanksi kepada Turki Kecuali Keluar dari Suriah

Kompas.com - 11/10/2019, 13:02 WIB
Sekelompok warga menaiki pikap melewati kota Ras al-Ain di Provinsi Hasakeh dengan asap mengepul buntut serangan Turki pada 9 Oktober 2019. Turku mengumumkan Operation Peace Spring untuk menghantam Kurdi Suriah yang mereka pandang sebagai teroris. AFP/DELIL SOULEIMANSekelompok warga menaiki pikap melewati kota Ras al-Ain di Provinsi Hasakeh dengan asap mengepul buntut serangan Turki pada 9 Oktober 2019. Turku mengumumkan Operation Peace Spring untuk menghantam Kurdi Suriah yang mereka pandang sebagai teroris.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Senator bipartisan AS hendak mrnjatuhkan sanksi keras untuk menampar Turki jika mereka tak menarik diri dari Suriah.

Senator dari Partai Republik Lindsey Graham, dan koleganya dari Partai Demokrat Chris Van Hollen berniat menelurkan resolusi.

Baca juga: AS Ingin Menengahi Gencatan Senjata antara Turki dengan Kurdi Suriah

Nantinya, mereka bakal membekukan aset petinggi Turki. Termasuk Presiden Recep Tayyip Erdogan, wakil hingga menteri pertahanan.

Dilanair AFP Kamis (10/10/2019), sanksi itu juga bakal dijatuhkan kepada entitas yang menjalin bisnis dengan militer Turki, maupun perusahaan gas dan minyak.

Graham dan sejumlah senator AS meradang setelah Presiden Donald Trump membuat keputusan untuk menarik pasukan dari utara Suriah.

Langkah itu dikecam karena dianggap mengkhianati Kurdi yang sudah berperan besar dalam membantu menumpas Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS).

"Sementara pemerintah menolak bertindak atas Turki, saya berharap adanya dukungan kuat dari bipartisan," ujar Graham di Twitter.

Nantinya, sanksi bakal diperlakukan sepenuhnya setelah resolusi disahkan, dengan membutuhkan tanda tangan presiden tentunya.

Hukuman bakal berlaku kecuali Gedung Putih bisa meyakinkan Kongres bahwa Ankara telah menarik militernya dari daerah yang diduduki sejak Rabu (9/10/2019).

" Sanksi ini bakal, secepatnya, memberikan hukuman yang keras bagi Erdogan dan militernya," tegas Van Hollen dalam kicauan di Twitter.

Namun, pembahasan tersebut nampaknya tidak akan terjadi dalam pekan ini mengingat Kongres tengah memasuki masa reses, dan baru berkantor Selasa (15/10/2019).

Pada 2018 lalu, Trump menjatuhkan sanksi berupa tarif yang membuat mata uang Turki, lira, kolaps buntut penahanan pendeta AS.

Baca juga: Kurdi Suriah Bom Kota Turki, 5 Orang Termasuk Bayi Usia 9 Bulan Tewas

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X