UU Dicabut, Malaysia Batal Kriminalisasi Berita Palsu

Kompas.com - 09/10/2019, 21:06 WIB
Ilustrasi hoaks atau berita palsu milindriIlustrasi hoaks atau berita palsu

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com - Parlemen Malaysia membatalkan undang-undang yang menjadikan akan menjadikan berita palsu sebagai tindak kejahatan.

Undang-undang itu dianggap oleh para kritikus ditujukan untuk mengekang perbedaan pendapat.

Keputusan pembatalan itu setelah upaya pencabutan selama satu tahun selalu diblokir oleh senat yang dikendalikan oposisi.

Undang-Undang Anti- Berita Palsu 2018 disahkan oleh pemerintahan mantan perdana menteri Najib Razak, hanya beberapa pekan sebelum dia kalah dalam pemilu Mei 2018.

Baca juga: Malaysia Usulkan Penyebar Berita Palsu Dipenjara hingga 10 Tahun

Undang-undang itu mengatur hukuman denda hingga 500.000 ringgit (sekitar Rp 1,6 miliar) dan hukuman penjara hingga enam tahun.

Mosi untuk mencabut undang-undang itu menjadi perdebatan di parlemen selama dua hari sebelum akhirnya disahkan pada Rabu (9/10/2019) dengan mayoritas sederhana.

Kelompok hak asasi manusia turut mengecam undang-undang itu dengan menyebutnya sebagai tindakan represif dan menuduh Najib menggunakannya untuk menutupi tuduhan korupsi dan kesalahan manajemen di pemerintahannya.

"Runtuhnya UU Anti-Berita Palsu yang melanggar hak adalah berita baik yang sudah lama dinantikan," ujar Phil Robertson, wakil direktur Human Rights Watch Asia, dalam email ke Reuters.

Baca juga: Pemimpin Oposisi Malaysia Dituding Sebarkan Berita Palsu

"Penerapan undang-undang ini akan menjadi lonceng kematian bagi kebebasan pers di Malaysia," tambahnya.

Majelis rendah parlemen telah memutuskan untuk menghapus undang-undang ini pada Agustus 2018, tetapi pencabutan ditolak oleh majelis tinggi, atau senat, yang didominasi oleh koalisi Barisan Nasional yang dipimpin Najib.

Malaysia adalah salah satu negara pertama yang memperkenalkan undang-undang berita anti-palsu.

Negara tetangga Singapura telah mengeluarkan undang-undang yang serupa, yang mulai berlaku bulan ini meskipun ada keberatan dari politisi oposisi.

Malaysia menjadi salah satu negara pertama yang memperkenalkan undang-undang anti-berita palsu.

Negara tetangga Singapura telah mengeluarkan undang-undang serupa yang mulai diberlakukan pada bulan ini, meski mendapat keberatan dari pihak oposisi.

Baca juga: Mahathir Berjanji Tinjau Ulang Undang-undang Berita Palsu

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X