Pascademonstrasi Mematikan, Presiden Irak Serukan Perombakan Kabinet

Kompas.com - 09/10/2019, 16:54 WIB
Presiden Irak Barham Saleh. AFP / SPENCER PLATTPresiden Irak Barham Saleh.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Presiden Irak Barham Saleh menyerukan perombakan kabinet untuk meningkatkan kinerja pemerintah.

Seruan itu datang setelah terjadinya aksi protes mematikan yang terjadi di ibu kota dan provinsi selatan negara itu.

"Perlu adanya perombakan pejabat menteri yang mendasar demi meningkatkan kinerja pemerintah untuk mencapai lompatan kualitatif dalam tugasnya menyediakan layanan, mempekerjakan para pengangguran, dan mencapai keadilan sosial," kata Presiden Saleh.

Menurut kantor berita pemerintah Irak, dikutip Al Arabiya, Rabu (9/10/2019), Saleh membuat pernyataan itu selama pertemuan dengan sejumlah tokoh suku dan pejabat tinggi pemerintah Irak.

Baca juga: Lebih dari 100 Demonstran Tewas, Militer Irak Akui Gunakan Kekerasan Berlebihan

Saleh juga menegaskan kembali bahwa demonstrasi adalah hak yang dijamin untuk setiap warga negara, selama dilakukan secara damai.

Pernyataan Presiden Saleh itu juga datang setelah sebelumnya dia juga menyerukan untuk penghentian kekerasan, setelah aksi demonstrasi yang menewaskan hingga lebih dari 100 orang pengunjuk rasa dalam sepekan terakhir.

Aksi protes menuntut reformasi untuk memerangi korupsi dan tingginya angka pengangguran mulai pecah pada Selasa (1/10/2019) pekan lalu.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Presiden Salem mendesak agar segera dihentikannya aksi kekerasan, serta mengusulkan untuk dilakukannya dialog nasional tanpa campur tangan pihak asing.

Baca juga: Presiden Irak Serukan Penghentian Kekerasan Usai 100 Lebih Tewas dalam Demonstrasi

"Tidak ada legitimasi untuk proses maupun sistem politik apa pun yang tidak bekerja demi mencapai tuntutan Anda," kata Saleh, berbicara kepada pengunjuk rasa.

Aksi demonstrasi belum pernah terjadi sebelumnya di Irak, karena spontanitas dan kebebasan rakyat yang berada dalam masyarakat yang sangat terpolitisasi.

Namun demonstrasi yang terjadi sejak Selasa pekan lalu itu telah menjadi sangat mematikan, dengan lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan 6.000 lainnya luka-luka.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Al Arabiya
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

China Tuduh AS Berusaha 'Menghancurkan' Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

China Tuduh AS Berusaha "Menghancurkan" Hong Kong lewat UU HAM dan Demokrasi

Internasional
Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Berhubungan Seks dengan Remaja 17 Tahun di Mobil Patroli, Mantan Polisi Ini Ditangkap

Internasional
Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Sandera 3 Nelayan Indonesia, Kelompok Abu Sayyaf Minta Tebusan Rp 8 Miliar

Internasional
Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Jalankan Bisnis Penipuan Online dari Penjara, Napi Ini Raup Rp 14 Miliar

Internasional
Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Pelatih Kebugaran Meksiko Ini Ditemukan Tewas Ditembak dan Ditikam di Rumahnya

Internasional
Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Kim Jong Un Tolak Undangan dari Presiden Korea Selatan

Internasional
Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Didesak Indonesia, DK PBB Keluarkan Status Ilegal Pemukiman Israel di Palestina

Internasional
Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Video Ungkap Momen Polisi Selamatkan Bocah 8 Tahun yang Diculik

Internasional
Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Berkunjung ke Thailand, Paus Fransiskus Temui Pemimpin Tertinggi Agama Buddha

Internasional
Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Akhirnya, DPR AS Sahkan UU Mendukung HAM dan Demokrasi Hong Kong

Internasional
Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Trump Disebut Perintahkan Tekan Ukraina untuk Selidiki Joe Biden

Internasional
Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Takut Harga Minyak Naik, Trump Tak Menentang Putra Mahkota Saudi soal Pembunuhan Khashoggi

Internasional
Israel Gelar 'Serangan Skala Besar' terhadap Iran di Suriah

Israel Gelar "Serangan Skala Besar" terhadap Iran di Suriah

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

[POPULER INTERNASIONAL] Rudal Iran Tak Tertandingi di Timur Tengah | Pria 74 Tahun Ceraikan Istri 21 Tahun

Internasional
Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Gajah Bernama Osama bin Laden Ini Mati Setelah Injak 5 Orang hingga Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X