China Kecam "Niat Jahat" Pembatasan Visa AS Terkait Penindasan Uighur

Kompas.com - 09/10/2019, 16:50 WIB
Umat muslim Uighur di Provinsi Xinjiang tengah beribadah. Umat muslim Uighur di Provinsi Xinjiang tengah beribadah.

BEIJING, KOMPAS.com - China mengecam adanya "niat jahat" dari AS buntut keputusan pembatasan visa terkait dengan penindasan Muslim Uighur.

Pembatasan itu terjadi setelah Washington memasukkan 28 entitas China yang dianggap terlibat dalam pelanggaran HAM atas minoritas Xinjiang.

Pegiat HAM menyatakan, China menahan setidaknya satu juta warga Uighur maupun minoritas lain di pusat re-edukasi di region barat.

Baca juga: AS Beri Sanksi Pembatasan Visa pada Pejabat China Terkait Penindasan Uighur

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Geng Shuang berujar, AS mengabaikan fakta, memfitnah, dan membaluri China dengan isu Xinjiang.

"Aksi AS dipicu oleh niat jahat," tegas Geng dalam konferensi pers rutin sebagaimana diberitakan kantor berita AFP Rabu (9/10/2019).

Geng menyebut langkah AS bakal sia-sia, dan menegaskan mereka bakal mengambil langkah balasan atas pelanggaran kedaulatan Washington.

Dia menyatakan Kementerian Perdagangan China bakal menyiapkan daftar entitas yang sudah dikerjakan beberapa bulan secepat mungkin.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, Beijing bertanggung jawab atas penindasan Uighur, Kazakh, maupun minoritas Muslim lain di Xinjiang.

Dalam pernyataannya, Pompeo menyebut pemerintah setempat sudah melembagakan kampanye represif terhadap Uighur dan minoritas Muslim lain.

"Amerika Serikat menyerukan kepada Republik Rakyat China untuk segera mengakhiri kampanye penindasannya di Xinjiang," kata Pompeo.

Pompeo mendesak supaya mereka yang ditahan secara sewenang-wenang dibebaskan, dan menghentikan upaya memaksa minoritas di luar negeri untuk kembali.

Departemen Luar Negeri AS tidak memberikan rincian nama-nama pejabat China yang masuk ke dalam daftar sanksi pembatasan visa.

Tetapi anggota parlemen secara khusus telah meminta Amerika Serikat untuk mengambil tindakan terhadap Chen Quanguo, ketua Partai Komunis untuk wilayah Xinjiang.

Baca juga: Diduga Terlibat Penindasan Uighur, 28 Entitas China Masuk Daftar Hitam AS

Menangkan Samsung A71 dan Voucher Belanja. Ikuti Kuis Hoaks / Fakta dan kumpulkan poinnya. *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Jika Terus Diserang, PM Israel Ancam Bakal Habis-habisan Gempur Gaza

Internasional
Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Jenazah Pria Palestina Diangkat Pakai Buldozer, Begini Pembelaan Israel

Internasional
Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Jika Jadi Presiden, Bernie Sanders Akan Temui Kim Jong Un dan Musuh AS Lainnya

Internasional
Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Austria dan Perancis Jaga Jarak dengan Italia agar Tak Tertular Virus Corona

Internasional
Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Di India, Trump Yakin Bakal Disambut Jutaan Orang

Internasional
Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Kru Diamond Princess asal Indonesia Tidak Mau Dijemput Pakai Kapal

Internasional
Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Mahathir Mundur, Istri Anwar Ibrahim Berpeluang Jadi PM Perempuan Malaysia Pertama

Internasional
Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Pria Ini Lahap Menyantap Burger McDonald's yang Dikubur Selama Setahun

Internasional
Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Penumpang Diamond Princess Positif Virus Corona Saat Keluar, Metode Karantina Jepang Dipertanyakan

Internasional
Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Korea Selatan Jadi Pusat Virus Corona Terbesar di Luar China

Internasional
Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Korban Meninggal Virus Corona di China Per 24 Februari 2020 Capai 2.592

Internasional
Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Angka Infeksi Virus Corona Capai Lebih Dari 100 Orang, 10 Ribu Warga Italia Dikarantina

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

[POPULER INTERNASIONAL] Korban Bully Quaden Bayles Dikabarkan Berusia 18 Tahun | Menikah Massal di Tengah Virus Corona

Internasional
Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Ambisi Gantikan Mahathir Jadi PM Malaysia Kandas, Anwar Ibrahim Kaget Dikhianati

Internasional
Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Singkirkan Anwar Ibrahim, Mahathir Akan Umumkan Koalisi Pemerintahan Baru?

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X