Kompas.com - 09/10/2019, 14:41 WIB

AKCAKALE, KOMPAS.com - Turki menyatakan, mereka mulai memberangkatkan militer ke perbatasan Suriah dalam operasi menyerang milisi Kurdi.

Istanbul mengirim tambahan kendaraan lapis baja, dengan konvoi besar berisi puluhan kendaraan terlihat di Akcakale, Provinsi Sanliurfa.

Sementara, Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang dipimpin Kurdi menyatakan, pasukan Turki sudah menggelar serangan di perbatasan.

Baca juga: Trump Bantah Mengabaikan Kurdi Suriah di Tengah Rencana Operasi Militer Turki

"Militer Turki sudah menyerang salah satu pos kami di Perbatasan Sere Kaniye," ujar SDF di Twitter, merujuk pada kota Ras al-Ain.

Kota itu merupakan salah satu pos tentara AS sebelum ditarik, demikian keterangan Observasi HAM untuk Suriah dilansir AFP Rabu (9/10/2019).

"Tidak ada yang cedera dalam anggota kami. Kami tidak merespons serangan tak terprovokasi ini. Kami bersiap memeprtahankan warga kami," tegas SDF.

Ketegangan perbatasan Kurdi dan Ankara sudah terjadi sebelumnya, dan tak ada indikasi insiden itu bagian dari serangan yang lebih luas.

Direktur Komunikasi Turki Fahrettin Altun menulis di The Washington Post, mereka bakal bergerak ke perbatasan "secepatnya".

Dia menerangkan pasukan Kurdi bisa "mundur", atau mereka tak punya pilihan selain menghentikan mereka dari mengganggu upaya Turki menangkal ISIS.

Rencana Jangka Panjang untuk Menyerang

Presiden AS Donald Trump berada dalam tekanan setelah pada Minggu (6/10/2019), dia menyetujui penarikan 50-100 "operator khusus" dari medan utara Suriah.

Pasukan itu bertindak sebagai penyangga untuk mencegah rencana serangan Turki ke Kurdi yang sudah direncanakan sejak lama.

Bagi AS, Kurdi merupakan sekutu mereka dalam memerangi ISIS. Namun oleh Ankara, milisi mereka, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dipandang sebagai teroris.

Setelah memberikan lampu hijau, Trump dalam serangkaian kicauannya Twitter mulai menarik mundur dengan mengancam bakal "melenyapkan" ekonomi Turki jika bertindak kelewat batas.

Namun dia juga mencoba mendinginkan situasi dengan mengumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan bakal berkunjung ke Washington pada 13 November.

"Nampaknya banyak orang lupa bahwa Turki merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi AS," ucap presiden berusia 73 tahun itu.

Baca juga: Persiapan Turki untuk Menyerang Utara Suriah Disebut Sudah Beres

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.