Kompas.com - 09/10/2019, 14:41 WIB

Pasukan itu bertindak sebagai penyangga untuk mencegah rencana serangan Turki ke Kurdi yang sudah direncanakan sejak lama.

Bagi AS, Kurdi merupakan sekutu mereka dalam memerangi ISIS. Namun oleh Ankara, milisi mereka, Unit Perlindungan Rakyat (YPG) dipandang sebagai teroris.

Setelah memberikan lampu hijau, Trump dalam serangkaian kicauannya Twitter mulai menarik mundur dengan mengancam bakal "melenyapkan" ekonomi Turki jika bertindak kelewat batas.

Namun dia juga mencoba mendinginkan situasi dengan mengumumkan Presiden Recep Tayyip Erdogan bakal berkunjung ke Washington pada 13 November.

"Nampaknya banyak orang lupa bahwa Turki merupakan salah satu mitra dagang terbesar bagi AS," ucap presiden berusia 73 tahun itu.

Baca juga: Persiapan Turki untuk Menyerang Utara Suriah Disebut Sudah Beres

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:
Sumber AFP
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Verifikasi akun KG Media ID
Verifikasi akun KG Media ID

Periksa kembali dan lengkapi data dirimu.

Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.

Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.