Jerman Kembali Catat Rekor Izin Ekspor Senjata

Kompas.com - 08/10/2019, 23:29 WIB
Tank Leopard 1A5 buatan Jerman. SHUTTERSTOCKTank Leopard 1A5 buatan Jerman.

BERLIN, KOMPAS.com - Jerman kembali mencatatkan rekor tertinggi dalam ekspor senjatanya, menurut persetujuan perdagangan senjata yang dikeluarkan pemerintah setempat.

Kebanyakan pembelinya datang dari Uni Eropa dan anggota NATO.

Sampai dengan akhir Oktober tahun ini, bisnis ekspor senjata Jerman yang telah mendapat izin mencapai nilai 6,35 miliar euro (sekitar Rp 98,7 triliun), menurut Kementerian Ekonomi dalam pernyataan yang dirilis hari Senin (7/10).

Sehingga pada akhir tahun ini, nilai ekspor senjata kemungkinan besar bakal mencatatkan rekor tertinggi. Angka tersebut dimuat dalam tanggapan Kementerian Ekonomi yang dikirim kepada Partai Hijau.

Bisnis ekspor senjata mencatat peningkatan 75 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Baca juga: Jerman Sepakati Ekspor Senjata ke Arab Saudi Senilai Rp 4,4 Triliun

Rekor tertinggi ekspor senjata hingga saat ini tercatat senilai 7,86 miliar euro yang dicapai tahun 2015.

Izin penjualan senjata selama ini dikeluarkan oleh Dewan Keamanan yang dipimpin oleh Kanselir Angela Merkel.

Anggota komisi ini antara lain Kementerian Pertahanan, Kementerian Hukum, Kementerian Ekonomi, Kementerian Keuangan dan Kementerian Dalam Negeri.

Volume izin penjualan senjata memang bukan memuat nilai pengiriman senjata, melainkan bisnis senjata yang sudah disetujui pemerintah.

Volume bisnis senjata yang disetujui ini dianggap sebagai indikator kebijakan pemerintah Jerman soal penjualan senjata.

Isu Kontroversial

Kebanyakan penjualan senjata yang diizinkan ditujukan kepada mitra-mitra Jerman yang termasuk anggota Uni Eropa dan anggota NATO.

Salah satu bisnis terbesar senilai 1,77 miliar euro (sekitar Rp 27,5 triliun) ditujukan ke Hongaria, yang anggota Uni Eropa maupun NATO.

Hongaria tahun ini memang mencoba menggandakan anggaran militernya.

Baca juga: Khawatir Dipakai Perang, Norwegia Hentikan Ekspor Senjata ke UEA

Namun kritik muncul atas izin penjualan senjata ke Mesir dan ke Uni Emirat Arab, yang mana kedua negara itu terlibat dalam perang di Yaman.

Pemerintah Jerman sebenarnya memutuskan untuk meredam ekspor senjata ke kawasan konflik atau ke negara yang terlibat dalam konflik militer. Namun dalam "situasi pengecualian" ekspor senjata bisa diizinkan.

Ekspor senjata dari Jerman ke Arab Saudi juga sempat dibekukan setelah kasus pembunuhan jurnalis Jamal Khashoggi, namun kemudian dilanjutkan lagi.

Secara umum Jerman melakukan ekspor senjata ke negara-negara NATO, AS, Inggris, Norwegia, Australia, dan Korea Selatan, yang diperlakukan Jerman seperti anggota aliansi militer.

Profit Ekspor Senjata

Kritik terhadap meningkatnya izin bisnis senjata terutama datang dari partai-partai oposisi di parlemen Jerman, terutama Partai Hijau dan Kiri.

"Sangat pahit bahwa SPD hari ini menganggap profit bagi industri senjata lebih penting daripada perdamaian," kata politisi Partai Hijau, Omid Nouripour, yang pernah berkoalisi dengan Partai Sosialdemokrat (SPD).

Sedangkan wakil ketua fraksi Partai Kiri, Sevim Dagdelen, menyebut kebijakan koalisi pemerintahan Uni Kristen-SPD sebagai "lelucon".

Baca juga: AS Akan Permudah Penjualan dan Ekspor Senjata Api Ringan

Seorang juru bicara Kementerian Ekonomi Jerman menerangkan, bagaimanapun persetujuan ekspor senjata bukanlah "ukuran yang tepat" mengenai kebijakan pemerintah secara keseluruhan.

Hal itu lantaran izin ekspor itu juga mencakup peralatan pengamanan seperti kaca pengaman untuk gedung kedutaan dan kendaraan untuk misi PBB.

Menangkan e-Voucher Belanja total jutaan rupiah. Kumpulkan poin di Kuis Hoaks/Fakta. *S&K berlaku
Ikut


Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X