India Segera Cabut Larangan Kunjungan Wisata ke Wilayah Kashmir

Kompas.com - 08/10/2019, 22:17 WIB
Seorang petugas keamanan berpatroli di Srinagar, Kashmir, yang sepi sejak diberlakukannya penguncian dan pembatasan berat. AFP / PUNIT PARANJPESeorang petugas keamanan berpatroli di Srinagar, Kashmir, yang sepi sejak diberlakukannya penguncian dan pembatasan berat.

NEW DELHI, KOMPAS.com - Pemerintah India mengumumkan bakal mencabut larangan kunjungan wisata ke wilayah Kashmir pada Kamis (10/10/2019) mendatang.

Tidak ada penjelasan lebih lanjut terkait alasan pencabutan larangan bagi turis untuk mengunjungi wilayah yang masih disengketakan itu.

Gubernur Jammu dan Kashmir, Satya Pal Malik, hanya mengatakan bahwa Departemen Dalam Negeri telah mencabut larangan perjalanan ke wilayah lembah Kashmir di kaki pegunungan Himalaya itu.

"Pemerintah secara bertahap telah menghapus jam malam dan semua pembatasan keamanan di sebagian wilayah Kashmir," kata Malik.

Baca juga: Di Hadapan PBB, Pakistan Peringatkan Ancaman Genosida di Kashmir

Pemerintah India pada awal Agustus sempat mengeluarkan peringatan kepada para turis untuk segera meninggalkan Kashmir, beberapa hari sebelum pencabutan otonomi khusus di wilayah itu.

Pihak berwenang, pada saat itu, beralasan bahwa ada ancaman teror di Kashmir.

Peringatan tersebut tak pelak menyebabkan ribuan turis yang sedang berwisata di wilayah itu berebut membeli tiket pesawat dan bus untuk keluar dari Kashmir.

Setelahnya, muncul kabar bahwa pemerintah India telah mencabut status otonomi khusus Kashmir dan memberlakukan penguncian terhadap wilayah itu.

Pemerintah sangat membatasi pergerakan keluar masuk wilayah tersebut dan memutus seluruh layanan komunikasi, termasuk internet.

Baca juga: Hindari Kerusuhan, Otoritas India Tahan 4.000 Warga Kashmir

Ribuan personel tentara juga dikerahkan ke wilayah Kashmir sesaat sebelum diberlakukannya status penguncian.

Halaman:


Sumber AFP
Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X