Kebun Binatang Thailand Ungkap Penyebab Kematian Mendadak Panda Chuang Chuang

Kompas.com - 08/10/2019, 21:04 WIB
Foto bertanggal 3 September 2005, yang menunjukkan panda raksasa jantan bernama Chuang Chuang, yang dipinjamkan pemerintah China ke Thailand, dan mati mendadak di kebun binatang Chiang Mai, pada Senin (16/9/2019). AFP / PORNCHAI KITTIWONGSAKULFoto bertanggal 3 September 2005, yang menunjukkan panda raksasa jantan bernama Chuang Chuang, yang dipinjamkan pemerintah China ke Thailand, dan mati mendadak di kebun binatang Chiang Mai, pada Senin (16/9/2019).

BANGKOK, KOMPAS.com - Pihak kebun binatang Thailand akhirnya dapat mengungkapkan penyebab kematian mendadak seekor panda raksasa jantan bernama Chuang Chuang.

Kematian panda terkenal yang juga bintang di Kebun Binatang Chiang Mai pada 16 September lalu itu telah mengejutkan, baik warga Thailand maupun China, dari mana panda itu berasal.

Banyak yang kemudian mempertanyakan penyebab kematian Chuang Chuang, bahkan tidak sedikit yang kemudian menyalahkan pihak kebun binatang dan menuduhnya telah memperlakukan panda raksasa itu dengan tidak layak.

Namun setelah dilakukan proses otopsi, yang dibantu pakar dari China, penyebab kematian panda berusia 19 tahun itu pada akhirnya dapat terungkap.

Baca juga: Panda Mati di Kebun Binatang Thailand, China Kirim Ahli untuk Gelar Penyelidikan

Hasil otopsi yang diungkapkan, Selasa (8/10/2019), menunjukkan bahwa Chuang Chuang mengalami gagal jantung, yang menyebabkannya mati mendadak.

Kebun Binatang Chiang Mai mengatakan, hasil otopsi menunjukkan bahwa spekulasi bahwa Chuang Chuang mungkin telah mati karena pemberian makanan yang ceroboh, kelalaian atau bahkan akibat kekerasan, terbukti tidak berdasar.

" Otopsi dan analisis oleh para ahli dari China dan Thailand menunjukkan bahwa kesehatan gizi panda raksasa Chuang Chuang baik."

"Tidak ditemukan luka luar dan tidak ada benda asing ditemukan di tenggorokannya," kata kebun binatang Chiang Mai, dalam sebuah pernyataan.

Baca juga: Meng Meng, Panda Betina di Kebun Binatang Jerman Lahirkan Anak Kembar

"Penyebab kematiannya dipastikan adalah gagal jantung, yang mengakibatkan kurangnya oksigen yang mengalir ke organ dalam dan berujung menyebabkan kematian," lanjut pernyataan itu.

Chuang Chuang merupakan panda yang dipinjamkan pemerintah China sebagai bagian dari "diplomasi panda" dan seharusnya dikembalikan pada 2023 mendatang.

Chuang Chuang didatangkan dari Chengdu, China barat daya bersama dengan seekor panda betina bernama Lin Hui yang menjadi pasangannya.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X