Presiden Irak Serukan Penghentian Kekerasan Usai 100 Lebih Tewas dalam Demonstrasi

Kompas.com - 08/10/2019, 15:40 WIB
Demonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang. AFP/AHMAD AL-RUBAYEDemonstran Irak berpartisipasi dalam demonstrasi menentang korupsi, layanan publik yang buruk, dan pengangguran kronis di Lapangan Khellani, Baghdad, pada 4 Oktober 2019. Jumlah korban tewas hingga saat ini dilaporkan mencapai 73 orang.

BAGHDAD, KOMPAS.com - Presiden Irak Barham Saleh menyerukan untuk penghentian kekerasan yang terus meningkat, menyusul aksi demonstrasi yang menewaskan hingga lebih dari 100 orang pengunjuk rasa dalam sepekan terakhir.

Aksi protes menuntut reformasi untuk memerangi korupsi dan tingginya angka pengangguran mulai pecah pada Selasa (1/10/2019) pekan lalu.

Namun demonstrasi telah berkembang menjadi seruan untuk dilakukannya perbaikan sistem politik negeri secara total.

Dalam pidatonya yang disiarkan televisi, Presiden Barham Salem mendesak agar segera dihentikannya aksi kekerasan, serta mengusulkan untuk dilakukannya dialog nasional tanpa campur tangan pihak asing.

Baca juga: Lebih dari 100 Demonstran Tewas, Militer Irak Akui Gunakan Kekerasan Berlebihan

"Tidak ada legitimasi untuk proses maupun sistem politik apa pun yang tidak bekerja demi mencapai tuntutan Anda," kata Saleh, berbicara kepada pengunjuk rasa.

Aksi demonstrasi belum pernah terjadi sebelumnya di Irak, karena spontanitas dan kebebasan rakyat yang berada dalam masyarakat yang sangat terpolitisasi.

Namun demonstrasi yang terjadi sejak Selasa pekan lalu itu telah menjadi sangat mematikan, dengan lebih dari 100 orang dilaporkan tewas dan 6.000 lainnya luka-luka.

Saksi mata melaporkan bahwa petugas keamanan menggunakan meriam air, gas air mata, hingga peluru tajam, untuk mengendalikan pengunjuk rasa.

Namun pihak berwenang balik menuduh "penembak jitu tak dikenal" sebagai pelaku yang telah menembak para pengunjuk rasa maupun petugas polisi.

Baca juga: 1.000 Warga Irak Turun ke Jalan, Memprotes Aksi Korupsi dan Layanan Publik Buruk

Presiden Saleh mengatakan bahwa mereka yang menyerang demonstran dan pasukan keamanan merupakan "musuh rakyat". Dia juga mengecam aksi kekerasan yang terjadi selama akhir pekan.

Pernyataan Presiden Saleh datang setelah sebelumnya, militer Irak untuk pertama kalinya, mengakui bahwa mereka telah menggunakan "kekerasan berlebihan" dalam menghadapi aksi demonstrasi.

Halaman Selanjutnya
Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Bebas dari Kamp Penahanan Suriah, 3 Wanita Perancis Disebut Kembali ke Tangan ISIS

Internasional
Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Susul Jerman dan Perancis, Inggris Juga Tangguhkan Ekspor Senjata ke Turki

Internasional
China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

China Peringatkan Turki Hentikan Aksi Militer dan Kembali pada Resolusi Politik yang Benar

Internasional
Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Pusat Evakuasi di Jepang Dilaporkan Tolak Dua Tunawisma saat Bencana Topan Hagibis Menerjang

Internasional
Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Terlempar dari Wahana di Pekan Raya Perancis, Seorang Pengunjung Tewas

Internasional
Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Guru di China Paksa Muridnya Makan Sampah sebagai Hukuman

Internasional
Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Jelang Debat Demokrat, Peringkat Joe Biden Merosot di Survei

Internasional
Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Janji Akan Menikahi, Pria Pengangguran Ini Justru Perkosa Kenalannya

Internasional
Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Siaran Langsung di Tengah Topan Hagibis, Jurnalis Ini Malah Dimarahi Netizen

Internasional
Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Erdogan: Tak Akan Ada Anggota ISIS yang Bakal Keluar dari Suriah

Internasional
King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

King Cobra Sepanjang 4 Meter Ditangkap dari Dalam Selokan di Thailand

Internasional
Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Dampak Topan Hagibis, Kawanan Tikus Serbu Kota Ini di Jepang

Internasional
Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Erdogan Tak Akan Hentikan Serangan terhadap Kurdi hingga Kemenangan Sempurna Tercapai

Internasional
Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Dikubur Hidup-hidup selama 2 Hari, Bayi Perempuan Ini Ditemukan Selamat

Internasional
Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Marah karena Merasa Dikhianati, Kurdi Larang AS Bawa Tawanan Berbahaya ISIS

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X