Trump Ancam Hancurkan dan Lenyapkan Ekonomi Turki jika Bertindak Kelewat Batas

Kompas.com - 08/10/2019, 15:21 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019). AFP / NICHOLAS KAMMPresiden Amerika Serikat Donald Trump berpidato di acara kampanye akbar Pilpres 2020 di Greenville, Carolina Utara, Rabu malam (17/7/2019).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump mengancam, dia akan menghancurkan ekonomi Turki setelah memberi lampu hijau untuk menyerang utara Suriah.

Militer AS menyatakan, sebanyak 50-100 "operator khusus" sudah ditarik dari medan utara, daerah penyangga pasukan Turki dan Pasukan Demokratik Suriah (SDF).

Unit Perlindungan Rakyat Kurdi (YPG), yang merupakan tulang punggung SDF, adalah target yang hendak disasar Ankara dalam operasi militer.

Baca juga: Pasukan AS Ditarik dari Suriah, Trump Minta Turki dan Kurdi Pikirkan Sendiri Situasinya

Sehari setelah memberikan lampu hijau, Trump mendapat kritikan hebat dari sekutunya di Republik karena mengabaikan Kurdi, sekutu AS dalam menumpas ISIS.

Dalam serangkaian kicauannya di Twitter seperti diberitakan AFP Senin (7/10/2019), Trump mulai berbalik dengan memberi ancaman bagi Turki.

"Jika Turki melakukan sesuatu, menurut kebijaksanaan saya yang luar biasa, di luar batas, maka saya akan menghancurkan dan melenyapkan ekonomi Turki," ancamnya.

Presiden 73 tahun itu menegaskan, Ankara dan negara Eropa lainnya harus mengawasi anggota ISIS dan keluarganya, dan mengklaim AS sudah mengalahkan ISIS.

"Kini saatnya bagi yang lain, termasuk negara makmur, melindungi teritori mereka. AS HEBAT!" ujar presiden ke-45 dalam sejarah AS.

Trump melanjutkan, dia memberikan ancaman bagi pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan agar tak bertindak yang bisa dianggap tak manusiawi.

"Jika tidak, mereka bakal menderita karena murka dari ekonomi yang akan hancur," tuturnya. Namun, dia menyatakan ingin mengakhiri keberadaan pasukan AS di kawasan.

"Kami ingin memulangkan pasukan kami dari perang tak berkesudahan ini. Kami tidak berperang. Kami mengawasi seperti polisi," lanjutnya.

Sumber pejabat senior membantah Trump memberikan lampu hijau untuk menginvasi utara Suriah, dan memunculkan kekhawatiran tawanan ISIS bakal kabur akibat konflik tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

[POPULER INTERNASIONAL] Pangeran Harry Bela Meghan Markle | Dubes AS Jadi Kontroversi karena Kumis

Internasional
Paksa Babi 'Bungee Jumping' dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Paksa Babi "Bungee Jumping" dari Ketinggian 70 Meter, Taman Bermain di China Dikecam

Internasional
Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Harta 2.153 Orang Terkaya di Dunia pada 2019 Setara 4,6 Miliar Warga Miskin

Internasional
Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Mahathir Cabut Aturan Pelajar Malaysia Harus Bersepatu Hitam

Internasional
Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Kirim 150 Kontainer Sampah Plastik, Malaysia Tegaskan Tak Bakal Jadi Tempat Pembuangan

Internasional
Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Setelah Kebakaran Hutan, Australia Alami Hujan Es Sebesar Bola Golf

Internasional
11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

11 Warga Ukraina Korban Tewas Pesawat Boeing 737 yang Ditembak Iran Dikembalikan

Internasional
75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

75 Tahanan Kabur Massal dari Penjara Paraguay

Internasional
Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Gara-gara Kumis, Dubes AS Ini Bikin Rakyat Korea Selatan Marah

Internasional
Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Pangeran Harry Bela Istrinya Meghan Markle: Dia Masih Wanita yang Aku Cintai

Internasional
Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry 'Merendahkan Kerajaan Inggris'

Ayah Meghan Markle Tuding Anaknya dan Pangeran Harry "Merendahkan Kerajaan Inggris"

Internasional
Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Mundur sebagai Anggota Kerajaan Inggris, Pangeran Harry: Tak Ada Pilihan Lain

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

[POPULER INTERNASIONAL] Ibu Hamil Disiksa karena Dianggap Berdosa | Ibu Biarkan Putrinya Mati Kelaparan

Internasional
PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

PSK Usia 69 Tahun Ini Ditemukan Tewas, Polisi Lakukan Penyelidikan

Internasional
Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Manusia Terkecil di Dunia Ini Meninggal di Usia 27 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X