Pemimpin Hong Kong: Pemerintah Belum Berencana Buat Undang-Undang Darurat Lain

Kompas.com - 08/10/2019, 13:25 WIB
Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam. AFP / ANTHONY WALLACEPemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam.

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemimpin eksekutif Hong Kong Carrie Lam menegaskan, pemerintah belum berencana untuk kembali menggunakan wewenang darurat dan memberlakukan undang-undang darurat lainnya.

Pernyataan itu disampaikan Lam dalam konferensi pers, Selasa (8/10/2019), menanggapi kabar bahwa aksi demonstrasi lanjutan akan kembali digelar sepanjang pekan ini.

Menurut Lam, Hong Kong sebagai wilayah otonomi khusus dari China memiliki kewenangan untuk menangani sendiri situasi seperti saat ini.

Mengenai kekhawatiran yang muncul di masyarakat terhadap larangan penggunaan penutup wajah dalam aksi demonstrasi, Lam mengingatkan bahwa akan ada masalah dengan undang-undang jika rakyat menolak mematuhi hukum.

Baca juga: Akhirnya, Pemimpin Hong Kong Umumkan Larangan Pemakaian Masker Wajah bagi Demonstran

"Tapi tolong izinkan saya untuk menegaskan kembali bahwa jika kita sangat bangga dengan Hong Kong sebagai kota yang menjunjung tinggi dan melindungi aturan hukum."

"Maka salah satu komponen terpenting dari aturan hukum adalah penduduknya yang taat pada hukum," ujar Lam.

"Kita membutuhkan warga Hong Kong untuk menghormati hukum. Jika sebuah undang-undang telah diberlakukan namun warga menolak untuk mematuhi hukum, maka tentu saja kami akan mengalami masalah."

"Tapi saya memohon kepada warga Hong Kong untuk berpikir dengan akal sehat dan menggunakan rasionalitas, bahwa ini adalah saatnya untuk mematuhi hukum," kata Lam.

Dilaporkan AP, Lam mengatakan bahwa "terlalu dini" untuk mengatakan bahwa larangan yang diberlakukan tidak efektif.

Baca juga: Demonstran Hong Kong yang Ditembak Dituntut karena Menyerang Polisi

Pihaknya juga akan bekerja dengan polisi dan departemen layanan informasi agar memungkinkan orang-orang tertentu, seperti wartawan, untuk tetap dapat mengenakan pelindung wajah namun tetap tidak melanggar hukum.

Sebelumnya pada Jumat (4/10/2019) pekan lalu, pemerintah menggunakan wewenang darurat untuk memberlakukan undang-undang darurat yang melarang penggunaan penutup wajah bagi demonstran dalam aksi protes.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X