Kompas.com - 07/10/2019, 20:18 WIB

JENEWA, KOMPAS.com - PBB menyatakan, mereka bersiap untuk yang terburuk setelah Turki hendak menggelar operasi di kawasan utara Suriah.

"Kami tak tahu apa yang akan terjadi. Kami hanya bersiap untuk yang terburuk," kata Koordinator Kemanusiaan PBB di Suriah, Panos Moumtzis.

Turki sudah mengancam bakal segera melaksanakan operasi militer untuk memerangi milisi Kurdi yang mereka anggap sebagai teroris.

Baca juga: AS Beri Jalan Turki untuk Menginvasi Utara Suriah

Moumtzis mengatakan, ada begitu banyak "pertanyaan yang tidak terjawab" jika saja Ankara ngotot mengerahkan bala tentaranya.

Seperti diberitakan AFP Senin (7/10/2019), Moumtzis menyatakan saat ini PBB terus menjalin hubungan baik dengan Turki maupun Kurdi.

Namun dia menegaskan kantornya tak punya peringatan tentang keputusan AS, yang mengabaikan Kurdi, sekutu dalam menumpas ISIS.

Dia menjelaskan, prioritas mereka adalah memastikan setiap serangan yang bakal dilancarkan Turki tidak berdampak pada pemindahan baru.

Kemudian mereka masih mendapat akses untuk melakukan kegiatan kemanusiaan, dan tidak ada batasan dalam hal kebebasan berpendapat.

Moumtzis menuturkan, PBB sudah memberi penjelasan kepada militer selaku perancang serangan bahwa ada ratusan ribu orang yang tinggal di lokasi.

Dia mengatakan mereka sudah khawatir dengan kemungkinan terganggunya bantuan kemanusiaan, dan membuat rencana cadangan jika ada warga sipil terluka.

Halaman:


Video Pilihan

Sumber AFP
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.