AS "Beri Jalan" Turki untuk Menginvasi Utara Suriah

Kompas.com - 07/10/2019, 14:29 WIB
Foto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018). AFP / TURKISH ARMED FORCESFoto yang dirilis Pasukan Bersenjata Turki memperlihatkan tentara Turki didampingi kendaraan lapis baja berpatroli di kota Manbij di Suriah utara, Senin (18/6/2018).

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Amerika Serikat ( AS) menyatakan, mereka tak akan mendukung atau berpartisipasi dalam rencana Turki menginvasi utara Suriah.

Pernyataan itu memunculkan kekhawatiran bahwa Washington hendak meninggalkan milisi Kurdi yang menjadi sekutu dalam memerangi ISIS.

Gedung Putih menyatakan, keputusan itu diambil setelah percakapan telepon antara Presiden AS Donald Trump dan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan.

Baca juga: Konvoi Militer Turki Diserang Suriah, 3 Warga Sipil Tewas

Dilansir Sky News Minggu (6/10/2019), sekitar 1.000 tentara AS yang berada di kawasan utara Suriah bakal ditarik "sesegera mungkin".

"Pasukan AS tidak akan mendukung atau terlibat di dalam operasi, Turki bakal segera mengeksekusi operasi ke Utara Suriah," terang Washington dikutip BBC.

Turki ingin membersihkan milisi Kurdi, yang mereka anggap sebagai teroris, dari perbatasan. Erdogan pun telah mengancam bakal menggelar operasi militer.

Milisi Kurdi, melalui organisasi Unit Perlindungan Rakyat (YPG), telah mendapat sokongan luar biasa dari Washington selama operasi melawan ISIS.

Januari lalu, Trump sempat mengancam bakal menghancurkan ekonomi Turki jika mereka berani menyerang pasukan Kurdi, di tengah rencananya untuk memulangkan serdadu AS dari Suriah.

Baik politisi Demokrat maupun Republik memperingatkan, serangan Ankara ke Kurdi bakal mengkhawatirkan sekutu AS di seluruh dunia.

Keterangan dari Gedung Putih memaparkan, Ankara bakal bertanggung jawab atas tahanan ISIS setelah Perancis, Jerman, dan negara lain menolak permintaan mereka.

Halaman:


Sumber BBC,Sky News
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X