Maya Karin, Dari Ratu Jerit menjadi Ratu Hijau

Kompas.com - 06/10/2019, 23:01 WIB
Maya Karin Nadirah Zakariya for Team CeritalahMaya Karin

Banyak dari kegiatan aktivis yang ia ikuti memiliki rekam jejak yang serupa. #MayaKarinChallenge, sebuah tantangan di mana orang-orang merendamkan diri di dalam air untuk menjajal kebersihan dan kemurnian sungai Malaysia, yang viral di media sosial, adalah sebuah hasil spontan yang terjadi saat ia berswafoto sambil berbaring di sungai dalam perjalanan pulang dari hutan hujan Belum di Perak.

“Itu tidak direncanakan! Saya mengambil swafoto. Dan ternyata seorang penggemar saya memutuskan untuk meniru itu. Saya pikir cukup lucu sehingga saya me-retweet-nya. Semuanya kemudian seakan-akan meledak!” katanya. 

Mengingat kehadirannya di media sosial (Twitter: 1,4 juta pengikut, Instagram: 950.000 pengikut dan masih meningkat) itu adalah hal yang tidak mengejutkan. Maya juga bisa bersikap tegas ketika keadaan mengharuskannya begitu.

“[Ilmuwan dan pencinta lingkungan] mereka sangat sibuk melakukan apa yang bisa mereka lakukan. Mereka tidak punya waktu untuk mempromosikan pekerjaan mereka," kata Maya.

"Kemudian ada anak muda yang tidak tahu harus melakukan apa. Maka saya sangat berharap bisa menjadi penghubung diantara keduanya dan membuat mereka sama-sama produktif,” lanjutnya.

Dalam beberapa minggu terakhir ini, dia telah kembali ke Belum untuk acara konservasi hewan di taman komunitas di Cheras dan berpartisipasi dalam membersihkan sungai.

Namun dia merasakan bahwa negaranya sesungguhnya bisa melakukan lebih banyak untuk lingkungan.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

“Tantangannya masih pada soal implementasi. Jadi, walaupun pemerintah dan pejabat membahas tentang lingkungan, tetapi 100 persen komitmen murni masih belum ada di sana. Saya belum melihat ada politikus yang mengambil sikap dalam soal itu,” kata Maya.

Maya mengakui bahwa ketakutan terbesarnya adalah kehancuran keanekaragaman hayati atas nama profit.

Dia sangat kritis terhadap industri kelapa sawit, dengan alasan bahwa, “Ketika kita berbicara tentang industri kelapa sawit, pemenang sesungguhnya hanyalah dua atau tiga orang. Itu bukanlah sesuatu yang menguntungkan bagi seluruh desa atau komunitas.”

Tapi mengapa dia mulai peduli?

Mungkin karena didikan sejak kecil, ayahnya dan kakek buyutnya yang berasal dari Jerman (yang merupakan penjaga hutan), menanamkan kecintaan pada hutan dan lingkungan secara umum.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Kearifan Pilar Singa Ashoka

Internasional
Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Refleksi 12 Tahun Serangan Penembakan Brutal Mumbai

Internasional
Amerika Meniru Indonesia?

Amerika Meniru Indonesia?

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X