China Dukung Larangan Pakai Penutup Wajah dalam Demonstrasi Hong Kong

Kompas.com - 04/10/2019, 23:38 WIB
Seorang pria mengenakan topeng saat berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di Hong Kong, Jumat (4/10/2019). AFP / PHILIP FONGSeorang pria mengenakan topeng saat berpartisipasi dalam aksi demonstrasi di Hong Kong, Jumat (4/10/2019).

SHANGHAI, KOMPAS.com - Pemerintah China mengatakan dukungannya terhadap pemberlakuan undang-undang larangan memakai topeng dan penutup wajah oleh peserta demonstrasi di Hong Kong.

Dilaporkan stasiun televisi pemerintah, CCTV, juru bicara Kantor Dewan Negara Urusan Hong Kong dan Makau China, Yang Guang, mengatakan bahwa situasi kekacauan di Hong Kong tidak bisa dibiarkan berlanjut tanpa batas waktu.

Ditambahkannya, dikutip Reuters, situasi saat ini telah membawa Hong Kong mencapai momen kritis.

Menurut Yang, aksi protes warga Hong Kong saat ini telah berkembang menjadi revolusi yang diintervensi asing.


Baca juga: Akhirnya, Pemimpin Hong Kong Umumkan Larangan Pemakaian Masker Wajah bagi Demonstran

Sebelumnya, pemimpin eksekutif Hong Kong, Carrie Lam, Jumat (4/10/2019), mengumumkan dalam konferensi pers, mulai diberlakukannya larangan pemakaian topeng dan penutup wajah bagi demonstran.

Lam mengatakan bahwa selama empat tahun terakhir, telah terjadi hampir 400 aksi demonstrasi di Hong Kong, dengan sekitar 1.100 korban luka, termasuk 300 dari petugas polisi.

Pemimpin Hong Kong berusia 62 tahun itu menyebut aksi protes telah makin menjadi dengan kerusakan yang ditimbulkan demonstran garis keras yang semakin terorganisir.

Karena itu, Lam menegaskan tidak bisa menoleransi eskalasi unjuk rasa lebih lanjut, dan mempertimbangkan peraturan untuk memadamkannya.

Baca juga: Demonstran Hong Kong yang Ditembak Dituntut karena Menyerang Polisi

"Sementara warga dan perusahaan di Hong Kong khawatir, dan orang-orang terus menanyakan kapan situasi bakal kondusif," katanya.

"Pagi ini, saya menggelar pertemuan khusus dan memutuskan menerapkan Aturan Larangan Pemakaian Penutup Wajah," lanjutnya menegaskan.

Dia menyatakan aturan tersebut bakal berlaku secara otomatis pada Jumat tengah malam waktu setempat. Namun, Lam menegaskan Hong Kong belum berada dalam status darurat.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Pelaku Baku Tembak New Jersey Sengaja Targetkan Supermarket Yahudi

Internasional
Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Melawan Saat Diperkosa, Gadis 23 Tahun di India Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Tanggapi Isu Pemakzulan, Trump Digambarkan Tim Kampanye sebagai Thanos

Internasional
Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Di Pengadilan PBB, Aung San Suu Kyi Bantah Myanmar Lakukan Genosida atas Rohingya

Internasional
Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Mahathir Siratkan Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim Setelah KTT APEC 2020

Internasional
Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Dua Pasal Pemakzulan Trump Resmi Dirilis, Apa Isinya?

Internasional
Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Kisah Azura Luna, WNI asal Kediri yang Disebut Lakukan Penipuan di Hong Kong

Internasional
Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Hadir di Sidang PBB, Aung San Suu Kyi Bakal Bela Myanmar soal Tuduhan Genosida Rohingya

Internasional
Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Buntut Penembakan Pangkalan AL Pensacola, AS Tangguhkan Pelatihan bagi Militer Arab Saudi

Internasional
Baku Tembak 'Panas' Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Baku Tembak "Panas" Terjadi di New Jersey, 6 Orang Tewas

Internasional
Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Gara-gara Tanggal Wisuda, Calon Sarjana Usia 9 Tahun Ini Keluar dari Universitas

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

[POPULER INTERNASIONAL] China Larang Kantor Pemerintah Pakai Komputer Asing | Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko

Internasional
Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Menlu Retno Ajak Guatemala Gabung CPOPC

Internasional
Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Erdogan: Jika Diundang, Turki Bakal Kerahkan Pasukan ke Libya

Internasional
Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Penembakan Massal di Rumah Sakit Ceko, 6 Orang Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X