Pelaku Penyerangan Markas Polisi di Paris Mengaku "Dengar Suara" pada Malam Sebelum Kejadian

Kompas.com - 04/10/2019, 23:13 WIB
Petugas polisi berjaga di dekat markas kantor polisi di Paris, menyusul insiden penyerangan yang menewaskan empat petugas, Kamis (3/10/2019). AFP / GEOFFROY VAN DER HASSELTPetugas polisi berjaga di dekat markas kantor polisi di Paris, menyusul insiden penyerangan yang menewaskan empat petugas, Kamis (3/10/2019).

PARIS, KOMPAS.com - Pelaku penyerangan markas polisi di Paris yang menewaskan empat petugas disebut sempat mendengar suara-suara di kepalanya pada malam sebelum insiden.

Pernyataan itu disampaikan istri pelaku yang dimintai keterangan oleh pihak kepolisian guna menemukan motif penyerangan pada Kamis (3/10/2019) siang itu.

Pelaku penyerangan, yang diidentifikasi sebagai pekerja bidang teknologi informasi berusia 45 tahun dan bekerja di gedung markas kepolisian di pusat kota Paris, tewas ditembak petugas polisi.

Akibat penyerangan tersebut, tiga petugas polisi dan seorang pekerja administrasi tewas akibat luka tusukan, sementara setidaknya satu orang lainnya mengalami luka.

Baca juga: Pria Berpisau Serang Markas Polisi di Paris, Empat Petugas Tewas

Istri pelaku, yang dibawa ke kantor polisi untuk dimintai keterangan, mengatakan kepada polisi bahwa suaminya mendengar suara di dalam kepalanya pada Rabu (2/10/2019) malam, menurut sumber yang dekat dengan penyelidikan.

Sementara sumber kedua menginformasikan bahwa pelaku penyerangan diyakini mengalami "serangan kegilaan" yang mendorongnya melakukan tindak penyerangan.

Sumber juga mengungkapkan pelaku diidentifikasi bernama Mickael H dan telah bekerja di markas polisi di Paris selama beberapa tahun dan tidak pernah menunjukkan perilaku yang mencurigakan.

Media lokal Perancis melaporkan bahwa pihak kepolisian belum dapat menyimpulkan apa pun terkait kemungkinan motif serangan.

Baca juga: Soal Pembatasan Usia Kendaraan dan Langkah Kota Paris Menggerus Polusi Udara

Penyelidik juga masih berusaha apakah serangan tersebut memiliki hubungan dengan aksi terorisme.

"Tidak ada hipotesis yang dikesampingkan pada tahap ini," kata kepala polisi Paris Didier Lallement pada konferensi pers, Jumat (4/10/2019), dikutip Reuters.

Diberitakan sebelumnya, insiden penyerangan terjadi di markas besar polisi di Paris, pada Kamis (3/10/219).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Mantan Bintang Porno Mia Khalifa Kisahkan Dijebak Masuk ke Industri Film Dewasa

Internasional
Menyeberang Sambil Pakai 'Headphone' dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Menyeberang Sambil Pakai "Headphone" dan Bermain Ponsel, Juara Tinju Ini Tewas Ditabrak Kereta

Internasional
Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Berbohong Dirinya Diperkosa, Pria Indonesia Dipenjara di Singapura

Internasional
Mantan Model Playboy Ini Berniat 'Nyalon' Jadi Presiden Kroasia

Mantan Model Playboy Ini Berniat "Nyalon" Jadi Presiden Kroasia

Internasional
Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Dikepung Polisi, Demonstran Hong Kong di Universitas Tulis Kata-kata Terakhir

Internasional
Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Trump Kunjungi Rumah Sakit Militer secara Rahasia, Kesehatannya Jadi Sorotan

Internasional
Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Bentrokan di Universitas Hong Kong, Keluarga yang Cemas Menanti Kabar Anaknya

Internasional
Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Pemimpin Hong Kong Minta Demonstran yang Ada di Kampus untuk Menyerah

Internasional
Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Pemerintah Hong Kong Sebut 600 Demonstran Menyerah kepada Polisi

Internasional
Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Dokumen soal Penanganan Minoritas Muslim di Xinjiang Bocor, Apa Tanggapan China?

Internasional
Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Dokumen China Ungkap Penanganan terhadap Minoritas Muslim di Xinjiang

Internasional
Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Kaitkan Kebakaran Hutan dengan Legalisasi Pernikahan Sesama Jenis, Bintang Rugbi Australia Ini Dikecam

Internasional
AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

AS Kini Tak Pandang Permukiman Israel di Tepi Barat Ilegal

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

[POPULER INTERNASIONAL] Kapal Induk China Berlayar ke Selat Taiwan | Media Inggris Soroti Plastik di Indonesia

Internasional
Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini 'Dibebaskan' Setelah 15 Tahun

Dikurung di Penjara Manusia, Beruang Ini "Dibebaskan" Setelah 15 Tahun

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X