Transisi Kekuasaan ke Anwar Ibrahim, Mahathir Mengaku Belum Membicarakannya

Kompas.com - 04/10/2019, 15:10 WIB
Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019) Facebook Anwar IbrahimPresiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim bertemu dengan Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad di kantornya, Kamis (20/6/2019)

KUALA LUMPUR, KOMPAS.com – Teka-teki penyerahan kekuasaan dari Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad ke Presiden Partai Keadilan Rakyat (PKR) Anwar Ibrahim berlanjut.

Pasalnya, Mahathir melontarkan pernyataan kontroversial Kamis (3/10/2019) di mana dia dengan gamblang mengaku belum ada pembicaraan mengenai transisi.

"Kami belum mendiskusikannya," ujar perdana menteri yang akrab disapa Dr M itu kepada media Malaysia, The Star.

Baca juga: Mahathir Disebut Bakal Serahkan Kekuasaan ke Anwar Ibrahim dalam 2 Tahun, Ini Kata Menpora Malaysia Syed Saddiq

Pemimpin terpilih tertua dunia itu melanjutkan, sangat sulit baginya memutuskan kapan tanggal untuk menyerahkan kursi PM kepada Anwar Ibrahim.

“Kita harus mempelajari keadaan. Sulit bagi saya untuk memutuskan jika masih ada tugas saya yang baru setengah selesai atau belum selesai.” tutur politisi berusia 94 tahun itu.

Berbicara di hari yang sama, Anwar kemudian memberikan tanggapan berupa bantahan apa yang disampaikan oleh mantan musuh politiknya tersebut.

Anwar menegaskan, pembicaraan mengenai penyerahan kursi PM Malaysia sudah dibahas dengan ketua koalisi Pakatan Harapan tersebut.

“Jelas ada pembicaraan walau itu tergantung kepada interpretasi. Mengatakan tidak ada pembicaraan adalah hal yang tidak benar,"  tegasnya.

Anggota parlemen dari distrik Port Dickson itu berujar, kesepakatan sudah tercapai pada Januari 2018 sebelum pemilu yang mengantarkan Pakatan ke pucuk kekuasaan.

Meski begitu, politisi berumur 72 tahun tersebut mengakui memang belum ada tanggal yang disepakati. “Belum ada tanggal, itu akan didiskusikan lagi.” ucapnya.

Mantan deputi Mahathir pada periode 1993-1998 itu mengutarakan bahwa dia tidak ragu sedikit pun dengan komitmen ekas atasannya tersebut.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X