Meski Korea Utara Uji Coba Rudal Balistik, Trump Ingin Perundingan Jalan Terus

Kompas.com - 04/10/2019, 13:22 WIB
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berjalan bersama melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un. AFP/BRENDAN SMIALOWSKIPemimpin Korea Utara Kim Jong Un (kanan) dan Presiden AS Donald Trump berjalan bersama melintasi Garis Demarkasi Militer yang membagi Korea Utara dan Korea Selatan di zona demiliterisasi (DMZ) Korea, Minggu (30/6/2019). Kedatangan Trump ke zona demiliterisasi Korea awalnya diagendakan untuk pertemuan dengan Presiden Korea Selatan Moon Jae-in, namun Presiden Moon mengatakan fokus akan lebih kepada pertemuan Trump dengan Kim Jong Un.

Tim negosiator dari Korea Utara dilaporkan sudah diterbangkan ke Stockholm, Swedia, Kamis di tengah rencana perundingan tersebut.

Baca juga: Korea Utara Tembakkan Rudal Balistik dari Kapal Selam

Ditembakkan dari Bawah Air

Dewan Keamanan PBB direncanakan bakal menggelar pertemuan tertutup pekan depan untuk membahas uji coba itu, demikian sumber diplomat.

Pertemuan itu diminta Perancis, Inggris, dan Jerman, di tengah desakan kekuatan Eropa supaya dunia menekan Korut yang tengah berada dalam sanksi PBB dan AS.

Foto yang dirilis harian Rodong Sinmun memperlihatkan rudal hitam putih menyembul dari air, dan langsung melesat ke udara.

Foto itu juga memperlihatkan kapal penarik kecil di dekat rudal, di mana analis memprediksi itu bukanlah kapal selam asli, dan uji coba itu masih tahap awal.

Baca juga: Korea Utara Ragu jika Bertemu Lagi dengan AS

Media pemerintah Korut mengklaim rudal balistik itu diidentifikasi sebagai Pukguksong-3, dan diluncurkan dari Teluk Wonsan.

Ankit Panda dari Federasi Ilmuwan AS mengatakan, dia cukup yakin uji coba itu adalah rudal nuklir pertama Korut sejak November 2017.

Juli lalu, media Korut melansir Pemimpin Kim Jong Un menginspeksi kapal selam jenis baru yang juga menunjukkan adanya poster Pukguksong-3 yang terpampang di dinding.

Jepang kemudian menuturkan bahwa ada rudal yang jatuh di perairan yang masuk dalam Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) mereka.

Menteri Pertahanan AS Mark Esper berdialog dengan Tokyo membahas peluncuran tersebut, ujar juru bicara Pentagon Jonathan Hoffman.

"Mereka berdua sepakat bahwa tes Korea Utara merupakan provokatif tidak perlu, dan mereka harus menghentikan uji coba," kata Hoffman dalam konferensi pers.

Baca juga: Jepang: Ancaman Militer China Lebih Berbahaya Dibanding Senjata Nuklir Korea Utara

Halaman:


Sumber AFP
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Paus Fransiskus Muncul untuk Pertama Kalinya sejak Dikabarkan Sakit

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X