Kompas.com - 04/10/2019, 07:13 WIB

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Oposisi mengkritik Presiden AS Donald Trump sudah melanggar sumpah jabatan ketika terang-terangan meminta China menyelidiki Joe Biden.

Trump mengatakan, dia berpikir Beijing seharusnya Biden dan putranya, Hunter, menyelidiki pendanaan privat di sana.

Namun, dia melanjutkan belum meminta pemerintah China untuk menggelar pemeriksaan atas calon pesaing kuatnya di Pilpres AS 2020 itu.

Baca juga: Trump Buka-bukaan Ingin agar Ukraina dan China Selidiki Joe Biden

Komentar Trump itu "sama" dengan Ukraina, yang berujung kepada pengumuman penyelidikan pemakzulan dari Partai Demokrat.

"China seharusnya menggelar investigasi atas Joe Biden," ujar Trump kepada Gedung Putih dikutip Sky News Kamis (3/10/2019).

"Sebabnya, apa yang terjadi di China sama buruknya dengan yang terjadi di Ukraina," lanjut presiden 73 tahun itu.

Pernyataan sang presiden mendapat tanggapan dari Ketua Komite Intelijen DPR AS Adam Schiff yang memimpin penyelidikan pemakzulan.

"Presiden AS mendorong asing untuk ikut campur lagi dalam pilpres dengan menyelidiki saingannya jelas pelanggaran sumpah jabatan presiden," tegas Schiff.

Dia menerangkan, komentar Trump itu tak hanya membahatyakan Pilpres AS. Namun juga keamanan nasional juga dipertaruhkan.

"Tentunya apa yang dikatakannya bakal dikecam baik oleh Demokrat maupun Partai Republik. Dia pikir bisa berbuat semaunya tanpa diproses," lanjutnya.

Penyelidikan pemakzulan dimulai ketika muncul keluhan seorang pelapor di mana Trump meminta Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, memeriksa kasus anak Biden.

Hunter Biden duduk sebagai direksi perusahaan gas bernama Burisma, ketika ayahnya menjabat sebagai wakil Presiden Barack Obama.

Dalam acara kesehatan di Florida Kamis, Trump mengatakan Demokrat bermaksud melengserkannya karena mereka tak akan bisa mengalahkannya dalam Pilpres AS 2020.

"Karena itu mereka bermaksud memakzulkan saya. Mereka tahu mereka tidak akan menang," klaim presiden ke-45 AS tersebut.

Baca juga: Joe Biden: Trump Takut Saya Kalahkan dalam Pilpres AS 2020

Trump menuturkan dia belum meminta Presiden China Xi Jinping untuk menyelidiki Joe Biden. Namun jelas dia akan "mempertimbangkannya".

Namun seperti dalam kasus Ukraina, Trump tidak bisa membeberkan tuduhan apa saja yang menjadi kesalahan Joe Biden.

Sepanjang pekan ini, kecaman demi kecaman yang dilontarkan Trump kepada Demokrat semakin keras seiring proses pemakzulan dirinya.

Dalam serangkaian kicauan di Twitter, dia menyebut Demokrat tengah berusaha melakukan kudeta terhadap pemerintahannya.

Selain itu, dia menuduh Demokrat tak bisa apa-apa selain fokus kepada apa yang dia anggap bullshit (omong kosong).

Baca juga: Trump Sebut Penyelidikan Pemakzulan Dirinya Bullshit

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Sky News
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.