AS Berencana Kumpulkan DNA Para Migran yang Masuk Wilayahnya secara Ilegal

Kompas.com - 03/10/2019, 23:22 WIB
Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias) Aksi imigran memanjat pagar perbatasan antara AS-Meksiko di pantai Tijuana, dekat Samudra Pasifik, Minggu (29/4/2018). (AFP/Guillermo Arias)

WASHINGTON, KOMPAS.com - Pemerintah Amerika Serikat berencana mengumpulkan DNA dari para migran yang ditahan setelah memasuki wilayah negara itu secara ilegal.

Dilansir AFP, Departemen Keamanan Dalam Negeri (DHS) sedang menyusun rencana untuk mengambil dan mengumpulkan sampel DNA dari para imigran tanpa dokumen.

Nantinya, sampel yang telah dikumpulkan bakal disimpan dalam database nasional untuk profil DNA pelaku kriminal.

Menurut sumber yang berbicara kepada wartawan dengan syarat anonimitas, para pejabat DHS mengatakan bahwa kebijakan baru itu akan memberi gambaran lebih luas kepada agen imigrasi dan kontrol perbatasan mengenai situasi migran dan tahanan.

Baca juga: Trump Disebut Usulkan Tembak Migran yang Berusaha Masuk di Bagian Kaki

Selain itu, dengan menyimpan sampel DNA di database milik FBI, maka data tersebut akan bisa digunakan dalam penegakan hukum di kemudian hari.

"Hal itu akan dapat meningkatkan kemampuan kita untuk lebih jauh mengidentifikasi seseorang yang masuk ke negara kita secara ilegal," kata seorang pejabat.

"Ini juga akan membantu organisasi lain dalam mengidentifikasi mereka (para migran)," lanjutnya, dikutip AFP.

Para pejabat mengatakan bahwa mereka telah diminta untuk mengambil sampel DNA dengan aturan tentang penanganan orang yang ditangkap dan terpidana, yang dikeluarkan oleh Departemen Kehakiman pada 2006 dan 2010, tetapi belum terlaksana.

Mereka mengatakan program untuk mengumpulkan DNA masih dalam pengembangan dan belum ada kepastian yang ditetapkan kapan hal itu akan diimplementasikan.

Baca juga: Berusaha Masuk AS, Seorang Migran Ditembak Mati Polisi Meksiko di Depan Anaknya

Tindakan petugas untuk mengumpulkan dan menyimpan DNA orang-orang yang ditahan dan tidak diadili atau dihukum karena kejahatan telah menuai kritik dari para pembela hak-hak sipil.

Hal itu berkaitan dengan masalah perlindungan kebebasan privasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Arab Saudi Larang Warga Israel untuk Berkunjung

Internasional
Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Korban Meninggal karena Virus Corona di China Melonjak Jadi 106 Orang

Internasional
Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Virus Corona Merebak, 16 Negara di Dunia Umumkan Kasus Positif

Internasional
Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Jerman Umumkan Kasus Pertama Virus Corona di Negaranya

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

[POPULER INTERNASIONAL] Perkembangan Korban Meninggal Virus Corona | 3 Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X