Pria Berpisau Serang Markas Polisi di Paris, Empat Petugas Tewas

Kompas.com - 03/10/2019, 21:37 WIB
Petugas polisi berjaga di dekat markas kantor polisi di Paris, menyusul insiden penyerangan yang menewaskan empat petugas, Kamis (3/10/2019). AFP / GEOFFROY VAN DER HASSELTPetugas polisi berjaga di dekat markas kantor polisi di Paris, menyusul insiden penyerangan yang menewaskan empat petugas, Kamis (3/10/2019).

PARIS, KOMPAS.com - Seorang pria yang membawa pisau secara tiba-tiba menyerang para petugas di markas polisi kota Paris, Kamis (3/10/219).

Empat petugas polisi dilaporkan tewas akibat tikaman pisau, sementara pelaku penyerangan ditembak mati.

Dilansir AFP, pelaku penyerangan diketahui adalah salah seorang pekerja administratif di markas polisi, namun belum ada penjelasan tentang tugasnya yang sebenarnya.

Polisi segera menutup area di sekitar kantor polisi, yang biasanya penuh dengan turis, karena berada di dekat tempat wisata bersejarah di Paris, seperti katedral Notre-Dame.

Penutupan oleh polisi juga dilakukan di stasiun metro yang terdekat dengan lokasi markas polisi dengan alasan keamanan.

Baca juga: Suhu Panas Landa Paris, Gereja Notre Dame Pun Terancam

Puluhan polisi dan kendaraan darurat ditempatkan di lokasi kejadian, demikian dilaporkan wartawan AFP.

Sebuah pesan darurat disiarkan melaliu pengeras suara di gedung pengadilan yang bersebelahan dengan kantor polisi, mengumumkan tentang insiden penyerangan di kantor polisi.

"Orang-orang berlarian, ada yang menangis. Saya mendengar suara tembakan, sesaat kemudian saya melihat petugas yang menangis. Mereka panik," ujar Emery Siamandi, penerjemah yang kebetulan berada di gedung itu saat serangan terjadi.

Menteri Dalam Negeri Perancis Christophe Castaner, yang dijadwalkan berangkat untuk kunjungan ke Turki menunda perjalanannya dan segera menuju ke lokasi serangan.

Baca juga: Anggota ISIS Pelaku Serangan Paris 2015 Dapat Ganti Rugi Rp 7 Juta

Belum ada pernyataan resmi dari pihak kepolisian menyangkut aksi penyerangan yang terjadi di jantung ibu kota Perancis itu.

Menurut Jean-Marc Bailleul, pemimpin serikat polisi, insiden penyerangan itu lebih merupakan tindak kriminal dan bukan teror.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku
Komentar


Sumber Reuters,AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Rusia Diduga Telepon Pemberontak Ukraina yang Jatuhkan Pesawat Malaysia Airlines MH17

Internasional
Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Dapat Mosi Tidak Percaya, Pemerintah Kuwait Mengundurkan Diri

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Habis Rp 600 Juta di Harbolnas, Suaminya Ingin Bunuh Diri | Israel Ditembaki Roket

Internasional
Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Israel Klaim 1 Lagi Komandan Jihad Islam dan Keluarganya Tewas dalam Serangan

Internasional
Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Berdebat dengan Demonstran Hong Kong, Kepala Pria 70 Tahun Dilempar Batu Bata

Internasional
Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Dianggap Terlalu Awal, Keluarga di Texas Ini Diminta Copot Hiasan Natal

Internasional
Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Ekor Anak Anjing Ini Tumbuh di Kepala

Internasional
Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Komandannya Tewas Diserang, Jihad Islam Tembakkan Roket Tiap 7 Menit ke Israel

Internasional
Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Hadapi Polisi, Pelajar Hong Kong Mempersenjatai Diri dengan Panah dan Tombak

Internasional
Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Menlu Retno: Saatnya Wanita Bekerja Bersama Membawa Panji Toleransi

Internasional
Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Datang ke AS, Erdogan Mengaku Kembalikan Surat yang Ditulis Trump

Internasional
Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Mantan Pemimpin ISIS Baghdadi Pasang Koneksi Internet di Persembunyiannya

Internasional
Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Ribuan Burung Mati Misterius di Danau Pedalaman India

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

[POPULER INTERNASIONAL] Sungai di Korsel Berubah Merah karena Darah Babi | Pria Diborgol karena Sandwich

Internasional
Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Pemimpin Oposisi Inggris Sebut Eks Pemimpin ISIS Baghdadi Harus Ditangkap Hidup-hidup

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X