Putin: Tidak Ada Bukti Iran Bertanggung Jawab dalam Serangan di Arab Saudi

Kompas.com - 03/10/2019, 19:57 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers tahunan di Moskwa pada Kamis (20/12/2018). AFP/ALEXANDER NEMENOVPresiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers tahunan di Moskwa pada Kamis (20/12/2018).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin kembali membuat pernyataan yang membela sekutunya, Iran.

Putin mengatakan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Teheran bertanggung jawab atas serangan terhadap infrastruktur minyak di Arab Saudi bulan lalu.

Pernyataan itu jelas berseberangan dengan Amerika Serikat, Arab Saudi, yang mengaku memiliki bukti dan telah menuding Iran sebagai pihak di balik serangan yang menyebabkan penurunan produksi minyak Saudi itu.

Tuduhan kepada Iran juga sempat disampaikan tiga pemimpin negara besar Eropa, yakni Inggris, Perancis, dan Jerman, dalam sebuah pernyataan bersama.

Baca juga: Ditanya Apa Rusia Bakal Intervensi Pilpres AS 2020, Putin: Jangan Bilang Siapa Pun, Kami Akan Melakukannya

"Kami mengecam (serangan) tersebut, tetapi kami menentang pengalihan kesalahan kepada Iran karena tidak ada bukti yang menunjukkan hal itu," ujar Putin, dikutip Reuters.

Putin mengatakan bahwa Presiden Iran Hassan Rouhani secara pribadi menyampaikan kepadanya bahwa Teheran tidak ada hubungannya dengan serangan itu, membantah tudingan AS dan negara-negara sekutunya itu.

Putin juga mengatakan bahwa AS maupun Arab Saudi belum memberikan bukti apa pun yang mengarah pada peran Iran dalam serangan.

Arab Saudi dan Iran telah jatuh dalam perselisihan selama berpuluh-puluh tahun untuk memperebutkan dominasi di wilayah Timur Tengah dan mendukung pihak-pihak yang negara yang bertikai, termasuk Yaman, yang telah berada di ambang kehancuran.

Baca juga: Jika Perang dengan Iran, Ini Dampaknya Menurut Putra Mahkota Saudi

Ketegangan yang terjadi telah kian meningkat dalam beberapa bulan terakhir, khususnya setelah serangan yang menghancurkan fasilitas minyak milik Aramco di Arab Saudi pada awal bulan ini.

Kelompok pemberontak Yaman, Houthi, telah mengklaim serangan tersebut, dan menyebutnya sebagai balasan atas campur tangan Arab Saudi dalam perang di negaranya sejak 2015.

Namun Riyadh dan sekutunya, Amerika Serikat, serta sejumlah pemimpin negara besar Eropa, menolak klaim Houthi dan menuding Teheran sebagai pihak yang ada di balik serangan.

Iran telah membantah tuduhan tersebut, meski Arab Saudi dan AS mengaku telah memiliki bukti dan telah memulai penyelidikan terhadap serangan itu.

Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif mengatakan bahwa Riyadh sedang memanfaatkan situasi ketegangan yang terjadi untuk membuka jalan bagi masuknya pasukan asing ke wilayah Teluk.

Baca juga: Menlu Iran kepada Arab Saudi: Keamanan Tidak Bisa Dibeli

AS mengatakan telah menyiagakan pasukan tambahan untuk ditempatkan di Arab Saudi setelah mendapat permintaan dari kerajaan tersebut.

Pasukan yang disiapkan meliputi 200 tentara, sistem peluncur rudal Patriot, serta sistem pertahanan rudal THAAD.

Sementara Zarif mengatakan bahw solusi untuk mewujudkan perdamaian di wilayah itu adalah dengan mengakhiri perang di Yaman.

"Ketegangan di kawasan itu akan berakhir dan itu akan menghentikan wibawa Arab Saudi menjadi semakin rusak," katanya.

Puluhan ribu orang, kebanyakan merupakan warga sipil, telah menjadi korban tewas dalam Perang Yaman, sejak Arab Saudi dan sekutunya melakukan intervensi pada Maret 2015.

Pertempuran juga telah menggusur jutaan orang dan menyebabkan lebih dari dua pertiga penduduknya membutuhkan bantuan.

Baca juga: 3 Negara Ini Sepakat Iran Berada di Balik Serangan ke Fasilitas Minyak Arab Saudi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber Reuters
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Gempa Bumi di Perbatasan Turki-Iran, 8 Orang Tewas

Internasional
Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Menang Kaukus Nevada, Bernie Sanders Semakin Tidak Terbendung

Internasional
Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Pria India Ini Sembah Trump sebagai Dewa dan Buatkan Patung Untuknya

Internasional
Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Kasus Dugaan Infeksi Virus Corona di Zimbabwe Negatif, WHO Tetap Peringati Negara-negara di Afrika

Internasional
Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Pria Jepang yang Positif Virus Corona sebelum ke Indonesia sudah Keluhkan Gejala Flu

Internasional
Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Presiden Korea Selatan Naikkan Status Infeksi Virus Corona di Level Tertinggi

Internasional
6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

6 Orang Meninggal karena Virus Corona, Iran Tutup Sekolah hingga Larang ke Bioskop

Internasional
Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Kasus Infeksi Virus Corona di Korea Selatan dan Italia Melonjak, Begini Langkah Pemerintahnya

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Ayah di Suriah Ajari Anaknya Tertawa Dengar Ledakan Bom | Kisah Korban Bully Quaden Bayles

Internasional
Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Terinspirasi Kisah Agatha Christie, Pria Ini Bunuh Tetangganya Pakai Minuman Soda

Internasional
Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Australia Anjurkan Warganya Untuk Karantina Selama Dua Pekan

Internasional
Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Video Perawat Hamil Rawat Pasien Virus Corona Dirilis, Publik China Marah

Internasional
Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Kaget Digigit, Peselancar Ini Tinju Mata Hiu

Internasional
2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

2 Meninggal dan 79 Terinfeksi Virus Corona, Italia Tutup Puluhan Kota

Internasional
Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Ancaman Ekstremis Sayap Kanan Meningkat, Jerman Perkuat Keamanan

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X