Kompas.com - 03/10/2019, 17:27 WIB

LAGOS, KOMPAS.com - Polisi di Nigeria menyatakan, mereka menyelamatkan tujuh perempuan hamil dari "pabrik bayi" Rabu (2/10/2019).

Polisi di Lagos, kota terbesar negara Afrika Barat itu, menemukan unit bersalin ilegal di mana korban dipaksa melahirkan supaya bayi mereka bisa dijual.

Otoritas menyingkap "pabrik bayi" tersebut di distrik Isolo setelah anggota mereka menemukan tujuh perempuan hamil dan gadis yang kabur dari sana.

Baca juga: Kata Polisi soal Dugaan Sindrom Baby Blues dalam Kasus Bayi Tewas di Bak Mandi

Pengungkapan itu terjadi beberapa hari setelah polisi mengklaim mereka mengeluarkan 19 ibu hamil dari fasilitas serupa di seluruh kota.

"Kami menerima laporan adanya tujuh perempuan hamil yang menunggu di perhentian bus, dan anggota kami menjemputnya," kata juru bicara polisi, Bala Elkana.

Setelah diinterogasi, mereka mengaku bagian dari 20 perempuan yang dihamili di fasilitas tersebut, dan melarikan diri pada Senin (30/9/2019).

Dilansir AFP via Asia One Kamis (3/10/2019), Elkana menerangkan hanya tujuh orang, berusia 13-27 tahun, yang diselamatkan. Sisanya diyakini menyebar ke tempat lain.

Elkana menjelaskan, fasilitas bersalin di Isolo merupakan rumah penahanan bagi perempuan yang bayinya hendak dijual.

Dia menuturkan, penegak hukum kini bekerja untuk menangkap siapa dalang dari praktik kejahatan yang mereka sebut sangat keji itu.

Praktik "pabrik bayi", menjual bayi ke pasangan yang tak punya anak, sering ditemukan di Nigeria, di mana sebagian besar dari 200 juta warganya hidup dalam kemiskinan.

Pada Senin, polisi mengungkapkan mereka menggerebek empat bangunan yang dipakai sebagai fasilitas bersalin ilegal sejak 19 September, dan menyelamatkan 19 wanita hamil serta empat bayi.

Polisi menerangkan kebanyakan perempuan itu diiming-imingi mendapat pekerjaan di Lagos, sebelum akhirnya disekap dan dipaksa melahirkan.

Bayi laki-laki dilaporkan dijual seharga 500.000 naira, atau Rp 19 juta. Sementara perempuan dihargai 300.000 naira, sekitar Rp 11,7 juta.

Baca juga: Kronologi Ibu Hamil 6 Bulan Tertembak Saat Demo Ricuh Kendari, Ada Proyektil Peluru di Paha Kanan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Sumber Asia One
Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.