ISLAMABAD, KOMPAS.com - Kelompok Taliban, bersama dengan pejabat Pakistan, mendesak kepada Presiden Amerika Serikat Donald Trump agar melanjutkan pembicaraan perdamaian Afghanistan.
Proses pembicaraan dengan Taliban untuk perdamaian Afghanistan sempat dihentikan oleh Trump bulan lalu, setelah terjadi serangan bom yang menewaskan 12 orang, termasuk seorang tentara AS, di Kabul.
"Kedua belah pihak sepakat tentang perlunya dilanjutkan proses perdamaian," kata kantor luar negeri Pakistan dalam pernyataan, Kamis (3/10/2019), setelah Menlu Pakistan Shah Mehmood Qureshi bertemu dengan delegasi Taliban di Islamabad.
Sebelum dihentikan, perundingan untuk mengakhiri perang di Afghanistan itu sebenarnya sudah mencapai kesepakatan antara AS dengan Taliban, dan hanya menunggu persetujuan Trump.
Baca juga: Di Peringatan 18 Tahun Tragedi 9/11, Trump Berjanji Hantam Taliban Lebih Keras
Dalam kesepakatan itu dikatakan bahwa AS dan pasukan asing lainnya bakal meninggalkan Afghanistan dengan imbalan jaminan keamanan dari Taliban.
Kedutaan besar AS di ibu kota Pakistan tidak segera memberi komentar atas desakan dari Taliban.
Pertemuan antara pejabat Taliban dengan Pakistan itu terjadi saat Zalmay Khalilzad, utusan AS untuk perundingan damai Afghanistan, juga mengunjungi Islamabad untuk menggelar pembicaraan dengan pemerintah Pakistan.
Tidak segera jelas apakah Khalilzad juga akan bertemu dengan perwakilan kelompok Taliban.
Trump pekan lalu juga telah bertemu dengan Perdana Menteri Pakistan Imran Khan di sela-sela agenda Sidang Umum PBB di New York.
Baca juga: Taliban: Ada 2 Cara Mengakhiri Pendudukan di Afghanistan, Jihad atau Negosiasi
"Jeda dalam pertumbahan darah akan membantu memperlancar jalan menuju kesepakatan," kata Shah Mehmood Qureshi.
"Ditekankan bahwa pengurangan kekerasan oleh semua pihak dalam konflik sangat diperlukan," tambahnya dalam pernyatan kementerian, seraya menambahkan langkah seperti itu akan membantu percepatan dimulainya kembali upaya perdamaian.
Washington telah lama menganggap peran Pakistan penting dalam upaya mengakhiri peperangan di Afghanistan.
Sebelumnya diberitakan, Trump sempat memuji peran Pakistan dalam proses perdamaian antara pemerintah Afghanistan dengan Taliban.
Baca juga: Trump: Perundingan Damai dengan Taliban Sudah Mati
Islamabad merupakan negara pendukung utama kelompok Taliban ketika mengambil alih kekuasaan di Afghanistan 1990-an.
Pengaruh Pakistan dalam kelompok itu dianggap sebagai kunci dalam memfasilitasi penyelesaian politik dengan pemerintahan Presiden Ashraf Ghani.
"Kami membuat perkembangan bagus selama dua pekan terakhir, dan Pakistan telah membantu kami mencapai perkembangan itu," kata Trump dalam pertemuan dengan Khan di Gedung Putih.
Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!
Syarat & KetentuanPeriksa kembali dan lengkapi data dirimu.
Data dirimu akan digunakan untuk verifikasi akun ketika kamu membutuhkan bantuan atau ketika ditemukan aktivitas tidak biasa pada akunmu.
Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.