Pemerintah Hong Kong Berencana Larang Demontran Pakai Masker Wajah

Kompas.com - 03/10/2019, 16:59 WIB
Pengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan. AFP/LILLIAN SUWANRUMPHAPengunjuk rasa pro-demokrasi berusaha melempar balik gas air mata ke arah polisi, saat terjadi bentrokan di Tseun Wan, Hong Kong, Minggu (25/8/2019). Aksi protes telah bergulir selama 3 bulan terakhir di Hong Kong, dimulai ketika Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam memperkenalkan undang-undang yang bisa mengekstradisi kriminal ke China daratan.

HONG KONG, KOMPAS.com - Pemerintah Hong Kong dilaporkan berencana melarang demonstran untuk mengenakan masker wajah dalam bentrokan dengan polisi.

Krisis, dengan disertai kerusuhan antara pengunjuk rasa dan aparat, di salah satu pusat finansial dunia itu belum menunjukkan tanda akan berakhir.

Untuk menutupi identitas, demonstran mengenakan masker wajah, begitu juga dengan helm kuning, kaca mata, dan alat bantu pernapasan untuk melindungi mereka dari gas air mata maupun proyektil polisi.

Baca juga: Marah Remaja 18 Tahun Tertembak, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi

Rencananya, pemerintah akan menggelar pertemuan dan mengusulkan larangan itu berdasarkan UU darurat era kolonial yang langsung melewati parlemen.

Dilansir SCMP via AFP Kamis (3/10/2019), pemimpin Hong Kong Carrie Lam rencananya bakal mengumumkannya Jumat (4/10/2019).

Para politisi pro-China sudah mendesak Lam untuk memperkenalkan aturan itu sejak Selasa (1/10/2019), ketika China merayakan HUT ke-70.

Saat itu, polisi menembak remaja 18 tahun, dan menghabiskan 1.400 kaleng gas air mata dalam demonstrasi terburuk sejak Juni lalu.

"Jika peraturan ini disahkan, maka bakal memberi efek jera bagi sejumlah orang." kata politisi Elizabeth Quat kepada awak media.

Dia menerangkan, dia tidak sedang membicarakan aksi damai. Melainkan orang-orang yang menggunakan cara ilegal dan menimbulkan kekerasan.

Tetapi koleganya yang mendukung demokrasi, Dennis Kwok, berkata UU darurat era kolonial adalah awal dari "munculnya negara otoriter".

Dia menghendaki pemerintah supaya mendengarkan rakyat Hong Kong yang menginginkan kebebasan, kemerdekaan, dan demokrasi.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Berkendara Sambil Mandi, 2 Pria di Vietnam Didenda Rp 1 Juta

Internasional
Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Hubungan Mulai Mesra, Israel Izinkan Warganya Pergi ke Arab Saudi secara Resmi

Internasional
Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Sibuk Merawat Pasien Virus Corona, Tim Medis Pakai Popok Dewasa

Internasional
Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Ibu Ini Dituduh Bunuh Bayinya yang Baru Lahir dengan Dimasukkan ke Mesin Cuci

Internasional
Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Wabah Virus Corona, Jerman Minta Warganya Tak Pergi ke China

Internasional
MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

MIliter Iran Disebut Berusaha Tutupi Fakta Pesawat Ukraina yang Ditembak Jatuh

Internasional
Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Lagi, Tiga Roket Hantam Kedubes AS di Irak

Internasional
Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Pertama Kali dalam 6 Tahun, Bibi Kim Jong Un Muncul di Hadapan Publik

Internasional
Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Tekan Virus Corona, China Perpanjang Masa Liburan Tahun Baru Imlek

Internasional
Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Korban Meninggal akibat Virus Corona di China Capai 80 Orang, 2.300 Orang Terinfeksi

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

[POPULER INTERNASIONAL] 34 Tentara AS Cedera Otak karena Serangan Iran | Virus Corona Renggut 56 Orang

Internasional
Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Wabah Virus Corona, 6 Negara Berencana Evakuasi Warga dari China

Internasional
Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Cegah Virus Corona, Pemerintah Beijing Minta Warga Tak Bersalaman

Internasional
Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang, AS dan Jepang Berencana Evakuasi Warganya dari Wuhan

Internasional
[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

[UPDATE] Virus Corona Renggut Nyawa 56 Orang di China, Hampir 2.000 Orang Terinfeksi

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X