Marah Remaja 18 Tahun Tertembak, Demonstran Hong Kong Bentrok dengan Polisi

Kompas.com - 03/10/2019, 16:32 WIB
Seorang pengunjuk rasa anti-pemerintah ditahan saat reli di Hong Kong, China, Minggu (29/9/2019). Foto diambil tanggal 29 September 2019. ANTARA FOTO/REUTERS/JORGE SILVASeorang pengunjuk rasa anti-pemerintah ditahan saat reli di Hong Kong, China, Minggu (29/9/2019). Foto diambil tanggal 29 September 2019.

HONG KONG, KOMPAS.com - Demonstran Hong Kong kembali terlibat bentrokan dengan polisi sebagai bentuk kemarahan setelah remaja 18 tahun tertembak.

Polisi mendesak pemerintah untuk memberlakukan jam malam untuk membantu mengekang kekerasan yang mereka alami, buntut tuduhan pengunjuk rasa bahwa mereka menggunakan aksi berlebihan.

Demonstran Hong Kong meluapkan kemarahan pada Kamis dini hari (3/10/2019) dengan menyalakan api, memblokir jalan, mencoret toko hingga stasiun kereta bawah tanah.

Baca juga: Tertembak Peluru Karet oleh Polisi Hong Kong, 1 Mata Jurnalis Indonesia Veby Mega Indah Buta

Dilaporkan Reuters via Channel News Asia, polisi merespons bentrokan itu dengan menembakkan gas air mata demi membubarkan massa.

"Di mana pun terjadi aksi selama dekat, saya akan datang. Saya punya alasan. Jangan sekali-kali Anda menembak remaja dari titik matinya," kecam Alex Chan.

Aksi protes ini tidak akan berhenti, dan kami tak akan menyerah," tegas desainer interior dari kawasan Causeway Bay tersebut.

Ribuan orang turun ke jalan pada Rabu (2/10/2019) untuk mengecam insiden remaja 18 tahun tertenbak, di mana polisi menyebutnya pembelaan diri.

Si pelajar ditembak dari titik matinya ketika melawan polisi menggunakan pipa baja Selasa (1/10/2019), di mana polisi juga menembakkan gas air mata hingga peluru karet.

Remaja yang tidak disebutkan identitasnya itu kemudian dijerat dengan tuduhan membuat keonaran dan menyerang aparat, ungkap polisi.

Dalam keterangannya, polisi menyebut demonstran sudah tidak menanggapi ketertiban umum, memberi ancaman tak hanya bagi polisi, namun juga masyarakat.

Ketua Asosiasi Polisi Junior Lam Chi-wai berkata, dia meminta pemerintah Hong Kong untuk menerapkan jam malam demi memulihkan keamanan.

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Kasus 2 Remaja Tewas Ditabrak Mobil di Jakarta, Bagaimana Hukum Penggunaan Skuter Listrik di Negara Lain?

Internasional
Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Lakukan Pelecehan Seksual, Pelaku Malah Salahkan Korban

Internasional
Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Tukang Pijat asal Indonesia Dirampok dan Diperkosa, Polisi Malaysia Tangkap Pria 31 Tahun

Internasional
Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Bayi 2 Tahun di Toronto Tewas Setelah Kejatuhan AC

Internasional
Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Mantan Presiden Bolivia Evo Morales Mengaku Kepalanya Dihargai Rp 703 Juta

Internasional
Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Pemadam Kebakaran Hutan Australia Kirim Pesan Menyentuh ke Pemilik Rumah yang Mereka Selamatkan

Internasional
Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Dokter Keluarkan Potongan Kertas yang Masuk di Mata Gadis 7 Tahun Ini

Internasional
Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Meski Hamil 14 Pekan, Wanita Ini Berjibaku Padamkan Kebakaran Hutan Australia

Internasional
Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Dunia Internasional Puji Cara Indonesia Perlakukan Napi Teroris

Internasional
Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Sungai di Korea Selatan Berubah Merah karena Terkena Darah Babi

Internasional
Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Venesia Dilanda Banjir akibat Gelombang Pasang Tertinggi dalam 50 Tahun Terakhir

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

[POPULER INTERNASIONAL] Bocah 10 Tahun Hamil Diperkosa Kakak | Penyebab Pria Hong Kong Dibakar Hidup-hidup

Internasional
Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Guru di AS Ini Terekam Pukul Murid Berkebutuhan Khusus hingga Tersungkur

Internasional
Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Pria Ini Ditangkap dan Diborgol karena Makan Sandwich Saat Menunggu Kereta

Internasional
Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Kucing Pahlawan Ini Selamatkan Bayi 1 Tahun Sebelum Jatuh dari Tangga

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X