Ditanya Apa Rusia Bakal Intervensi Pilpres AS 2020, Putin: Jangan Bilang Siapa Pun, Kami Akan Melakukannya

Kompas.com - 03/10/2019, 15:00 WIB
Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Turki, Senin (16/9/2019). AFP / ADEM ALTANPresiden Rusia Vladimir Putin berbicara dalam konferensi pers di Ankara, Turki, Senin (16/9/2019).

MOSKWA, KOMPAS.com - Presiden Rusia Vladimir Putin membuat hadirin tertawa ketika berseloroh negaranya bakal mengintervensi Pilpres AS 2020 mendatang.

Musim gugur 2020, waktu ketika publik AS memilih presidennya, juga kembali memunculkan isu Moskwa bakal melakukan intervensi.

Jadi, jurnalis NBC Kei Simmons yang menjadi moderator forum Energy Week mencoba menanyakannya kepada Putin.

Baca juga: Rusia Desak AS Tak Rilis Percakapan Trump dan Putin

"Apakah Rusia seperti yang diduga Jaksa Khusus Robert Mueller, berniat memengaruhi Pilpres AS 2020?" tanya Simmons.

Dilansir Russian Today Rabu (2/10/2019), Mueller merupakan mantan Direktur FBI memimpin dugaan intervensu Rusia di Pilpres AS 2016 yang memenangkan Donald Trump.

Mendapat pertanyaan demikian, Putin kemudian menutupi mikrofonnya dan berbisik. "Saya akan memberi tahu Anda rahasia. Tentu, kami akan melakukannya, demi membuat Anda tertawa," ujarnya.

"Tapi jangan beri tahu siapa pun, Ok?" lanjut presiden berusia 66 tahun yang membuat para hadirin tergelak dan bertepuk tangan.

Putin melanjutkan, negaranya sudah mempunyai banyak masalah untuk diselesaikan. "Menyelesaikan isu internal adalah tujuan utama kami," paparnya.

Entah kalimat itu merupakan candaan atau bukan, VOA kemudian mengonfirmasinya kepada Dinas Keamanan Siber maupun Infrastruktur AS (CISA).

"Kami mempunyai semua perlengkapan dalam kekuasaan kami dan pemerintah untuk menangkalnya," tegas CISA.

Putin juga menyoroti skandal percakapan telepon antara Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky, pada 25 Juli lalu.

Dalam percakapan itu, Trump disebut meminta kepada Zelensky guna membuka kembali penyelidikan terhadap putra Joe Biden, Hunter.

Joe Biden yang merupakan petinggi dari Partai Demokrat merupakan calon lawan terkuat Trump dalam Pilpres AS 2020 nanti.

Buntut dari percakapan itu, Demokrat mengumumkan penyelidikan pemakzulan karena Trump dianggap menyalahgunakan kekuasaannya.

Putin mengatakan, dia tidak membuat percakapan yang mencurigakan selama melakukan pembicaraan telepon dengan Trump.

Dia menegaskan sebelum jadi presiden, dia selalu berpikiran setiap percakapannya dengan pemimpin negara lain bakal dipublikasikan.

Putin melanjutkan, pada dasarnya Kremlin tidak keberatan jika nantinya AS memilih untuk merilis transkrip perbincangan keduanya. Namun, Washington memilih merahasiakannya.

Baca juga: Dukun Anti-Putin Asal Siberia yang Ditahan Rusia Dikurung di Bangsal Psikiatrik



Dapatkan Voucher Belanja jutaan rupiah, dengan #JernihBerkomentar di bawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Kisah Tiga Negara Penikmat Reklamasi

Internasional
Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Ulang Tahun Selebgram Ini Berujung Petaka, 3 Orang Tewas Termasuk Suaminya

Internasional
Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Takut Terkena Virus Corona, Seorang Pria Kurung Istrinya di Kamar Mandi

Internasional
Korea Utara Umumkan Uji Coba 'Artileri Laras Jauh'

Korea Utara Umumkan Uji Coba "Artileri Laras Jauh"

Internasional
Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Erupsi Gunung Merapi Jadi Perhatian Media Internasional

Internasional
Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Anggotanya Tularkan Virus Corona, Pemimpin Sekte Sesat di Korsel Ini Berlutut Minta Maaf

Internasional
Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Mahathir Salahkan Anwar Ibrahim atas Krisis Politik Malaysia: Dia Terobsesi Jadi PM

Internasional
Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Kerusuhan India: Upaya Menentang UU Kewarganegaraan Kontroversial yang Tewaskan 42 Orang

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Bayi Cemberut Saat Dilahirkan | Mahathir Kecewa Dikhianati Muhyiddin

Internasional
Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Perubahan Wajah Afghanistan Selama 18 Tahun Diinvasi AS

Internasional
Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Momen Manis, Mahathir Mohamad Dapat Pelukan dari Sang Istri

Internasional
Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Mengeluh soal Kehidupan, Pria Ini Meninggal Saat Siaran Langsung TV

Internasional
Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Virus Corona: Malaysia Tambah Empat Kasus, Armenia Umumkan Kasus Pertama

Internasional
Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Muncul Lagi di Hadapan Publik, Paus Fransiskus Mengaku Terserang Demam

Internasional
Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Virus Corona di Iran Menyebar Cepat, 54 Orang Meninggal

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X