Trump Sebut Penyelidikan Pemakzulan Dirinya "Bullshit"

Kompas.com - 03/10/2019, 13:14 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump. AFP / TIMOTHY A. CLARYPresiden Amerika Serikat Donald Trump.

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump menggunakan kecaman lebih keras menyikapi penyelidikan pemakzulan dirinya oleh oposisi Partai Demokrat.

Dalam kicauannya di Twitter, Trump menyebut upaya investigasi percakapan telepon dengan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky adalah " Bullshit" (Omong Kosong).

"Demokrat yang tak bisa apa-apa itu harusnya fokus membangun negara. Bukan menghabiskan waktu dan tenaga untuk Bullshit sejak saya menang secara menakjubkan," kata Trump.

Baca juga: Menlu AS Akui Dengarkan Percakapan Telepon Trump dan Presiden Ukraina


"Carilah kandidat yang lebih baik mulai sekarang, kalian akan membutuhkannya!" lanjutnya dikutip New York Post Rabu (2/10/2019).

Presiden 73 tahun itu juga mengarahkan tudingannya kepada Adam Schiff, Ketua Komite Intelijen House of Representatives (DPR AS) yang memimpin penyelidikan pemakzulan.

"Pria tidak jujur yang licik." Begitulah komentar Trump dilansir AFP ketika membicarakan Schiff. Dia menudingnya telah memalsukan segala ucapannya.

Trump juga membandingkan Schiff dengan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo di mana dia menyatakan Schiff tak akan bisa menyamai prestasi menlunya itu.

Dia menganggap Schiif seharusnya mengundurkan diri dari jabatannya, atau mungkin dipaksa mundur, karena telah bertindak memalukan.

Dalam konferensi pers, sang presiden yang dipenuhi kemarahan dan menyebut Schiff harus diproses atas dasar pengkhianatan.

"Tak hanya kalimat. Namun juga maknanya. Dia sudah memelintir kalimat Presiden AS. Itu memalukan. Tak seharusnya terjadi," kecam Trump.

Sebelumnya, Trump menyatakan bahwa investigasi yang dilakukan oleh oposisi merupakan bentuk "kudeta" terhadap kepemimpinannya.

Trump diselidiki dengan ancaman pemakzulan atas skandal telepon berdurasi sekitar 30 menit dengan Zelensky pada 25 Juli lalu.

Saat itu, Trump mendesak Zelensky guna membuka kembali kasus yang membelit putra petinggi Demokrat Joe Biden, Hunter.

Joe Biden merupakan calon penantang terkuatnya dalam bursa pemilihan presiden (Pilpres) yang berlangsung 2020 mendatang.

Dalam pernyataannya, Ketua DPR AS Nancy Pelosi yang juga berasal dari Demokrat menyebut Trump sudah menyalahgunakan kekuasaannya.

Baca juga: Mengenal Tokoh Kunci dalam Upaya Pemakzulan Trump

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Berusia 34 Tahun, Wanita asal Finlandia Ini Bakal Jadi Perdana Menteri Termuda di Dunia

Internasional
Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Reformasi Arab Saudi: Cabut Aturan Pemisahan Pria dan Wanita hingga Izinkan Turis Tak Menikah Menginap Bareng

Internasional
Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Gunung Meletus di Pulau Selandia Baru, 5 Orang Tewas

Internasional
Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Arab Saudi Cabut Aturan Memisahkan Pria dan Wanita di Restoran

Internasional
Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Tentara Arab Saudi Menonton Video Penembakan Massal Sebelum Menyerang Pangkalan AL AS

Internasional
Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Kebakaran di Pabrik yang Diduga Ilegal di India, 43 Orang Tewas

Internasional
Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Jelang Peringatan 6 Bulan Demo, Ratusan Ribu Orang Padati Jalanan Hong Kong

Internasional
Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Korea Utara Gelar Uji Coba, Trump: Kim Jong Un Bisa Kehilangan Semuanya

Internasional
Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Ditanya Apakah Benci Trump, Ketua DPR AS: Saya Mendoakannya Setiap Hari

Internasional
Korea Utara Klaim Gelar Tes yang 'Sangat Penting'

Korea Utara Klaim Gelar Tes yang "Sangat Penting"

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

[POPULER INTERNASIONAL] Kalimat Terakhir Gadis Dibakar Hidup-hidup | Pria di China Gores Mobil BMW

Internasional
'Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati'

"Saya Tak Ingin Mati, Saya Ingin Melihat Mereka Dihukum Mati"

Internasional
Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Beredar Foto Tentara Arab Saudi Pelaku Penembakan Pangkalan AL AS Pensacola

Internasional
Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Trump Tak Akan Masukkan Kartel Narkoba Meksiko sebagai Teroris

Internasional
Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Dibakar Hidup-hidup oleh Si Pemerkosa, Gadis 23 Tahun di India Tewas

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X