Kompas.com - 02/10/2019, 13:31 WIB

Setelah awalnya menentang upaya pemakzulan Trump, Pelosi akhirnya mengumumkan pekan lalu penyelidikan formal untuk pemakzulan Trump.

"Tindakan Presiden Trump mengungkap fakta yang tidak terhormat berupa pengkhianatan presiden atas sumpah jabatannya, terhadap keamanan nasional serta integritas pemilu kita," ujar anggota DPR dari California itu.

Baca juga: Trump Klaim jika Dia Dimakzulkan, AS Bakal Perang Saudara

7. Adam Schiff

Ketua Komite Intelijen DPR AS ini menjadi wajah pemakzulan di mana dia menjadi tokoh utama penyelidikan.

Pengkritik keras Trump ini kerap bersitegang dengan sang presiden di Twitter. Belakangan Trump menyerukan agar Schiff ditangkap atas dasar “pengkhianatan”.

Schiff juga memimpin penyelidikan dugaan intervensi Rusia terhadap Pilpres 2016.

8. Mike Pence dan Mike Pompeo

Sejauh ini, belum begitu jelas sejah mana keterlibatan Wapres AS Mike Pence dan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo dalam skandal Trump dengan Zelensky.

Trump sempat menyebut agar media mencari tahu percakapan telepon Pence karena wapres berusia 60 tahun itu juga berkomunikasi dengan Ukraina.

Pompeo yang merupakan salah satu anggota kabinet kepercayaan Trump diberitakan ikut duduk dan mendengar percakapan telepon Trump dengan Zelensky.

Mantan anggota DPR dari negara bagian Kansas ini menuduh Partai Demokrat telah melakukan intimidasi dalam menjalankan penyelidikan.

Dia juga memperingatkan kepada staf Departemen Luar Negeri untuk tidak hadir memenuhi panggilan dari komite penyelidikan beberapa hari mendatang.

Baca juga: Trump Ingin Bertemu Si Pelapor Skandal Ukraina yang Buat Dia Terancam Dimakzulkan

9. "Whistleblower"

Sosok terakhir tidak lain tidak bukan adalah whistleblower (pelapor) yang mengangkat skandal ini ke publik.

Hanya segelintir orang yang tahu identitasnya. The New York Times dalam laporannya pada Kamis (26/9/2019) menyebut dia adalah seseorang yang bekerja untuk Badan Intelijen Pusat (CIA) dan sempat diperbantukan di Gedung Putih.

Keluhan yang diajukan whistleblower menyebut Trump telah menggunakan kekuasaannya sebagai presiden AS untuk menekan presiden Ukraina agar bersedia menggelar penyelidikan terhadap Joe Biden dan putranya.

Trump dengan jengkel menyamakan " whistleblower" bersangkutan sebagai mata-mata atau pengkhianat

Baca juga: Terancam Dimakzulkan, Trump: Negara Kita sedang Dipertaruhkan

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.