Kompas.com - 02/10/2019, 13:31 WIB

Trump menuding mantan wakil Barack Obama itu telah menyalahgunakan jabatannya karena melobi supaya Jaksa Penuntut Ukraina Viktor Shokin dipecat pada Desember 2015.

Ketika itu, Shokin tengah menyelidiki dugaan korupsi, pencucian uang, dan penyelewengan pajak di perusahaan gas bernama Burisma di mana Hunter Biden duduk di kursi direksi.

Hunter adalah seorang pelobi dan pengacara. Hasil investigasi menyatakan Hunter tidak melakukan perbuatan kriminal. Korupsi di Burisma disebut telah terjadi sebelum Hunter bergabung dengan perusahaan.

Baca juga: Hendak Dimakzulkan, Trump Ingin Anggota DPR AS Ini Ditangkap karena Pengkhianatan

4. Viktor Shokin dan Yuri Lutsenko

Viktor Shokin menjabat sebagai Jaksa Penuntut Umum Ukraina selama setahun dari Februari 2015 hingga Maret 2016.

Biden tidak membantah bahwa dia sempat meminta Presiden Ukraina saat itu, Petro Poroshenko, untuk merekomendasikan pemecatan.

Sebab menurut Biden, Shokin terlalu permisif terhadap korupsi yang merajalela. Bahkan, dia mengancam AS bakal membekukan bantuan keuangan jika jaksa 66 tahun itu tak dicopot.

Shokin akhirnya dipecat oleh parlemen Ukraina. Yuri Lutsenko sebagai penggantinya dengan tegas memberitahu pengacara Trump, Rudy Giuliani, bahwa tidak ada temuan bukti Joe dan Hunter Biden telah melakukan perbuatan kriminal.

Lutsenko juga menyebut dia berkali-kali menolak permintaan Giuliani untuk menginvestigasi Biden dan putranya.

Baca juga: Survei Publik AS: Dukungan Pemakzulan Trump Meningkat, tapi...

5. Rudy Giuliani

Giuliani merupakan politisi veteran yang pernah menjabat sebagai Wali Kota New York ketika serangan teroris 11 September 2001 mengguncang.

Politisi berusia 75 tahun ini maju sebagai capres di pilpres 2008, namun dikalahkan oleh Senator Arizona, mendiang John McCain, di pemilihan pendahuluan (primary) Partai Republik.

Giuliani kembali muncul ke publik di masa pilpres 2016 karena dukungannya terhadap Trump. Sempat menjadi calon Menteri Luar Negeri di kabinet Trump, dia kemudian ditunjuk menjadi pengacara pribadi Trump.

Nama Giuliani masuk ke pusaran pemakzulan karena peran utamanya dalam melobi pemerintah Ukraina untuk menyelidiki Joe Biden dan putranya. Giuliani tidak membantah apa yang dilakukannya.

DPR AS telah meminta Giuliani untuk menyerahkan semua bukti komunikasinya dengan pemerintah Ukraina.

Baca juga: Presiden Ukraina Tidak Berencana Merilis Transkrip Pembicaraan Telepon dengan Trump

 

6. Nancy Pelosi

Politisi perempuan paling berkuasa di Washington ini menjabat periode keduanya sebagai Ketua DPR sejak Januari 2019.

Memimpin kaukus Demokrat sejak 2003, politisi berumur 79 tahun ini sebelumnya telah dipercaya sebagai Ketua DPR dari 2007 hingga 2011.

Halaman:


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.