Trump Sebut Usaha Pemakzulan Dirinya sebagai "Kudeta"

Kompas.com - 02/10/2019, 08:41 WIB
Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada para pendukung di Atlantic Aviation Hanger, Moon Township, Pennsylvania, Sabtu (10/3/2018). (AFP/Jeff Swensen) Presiden Amerika Serikat Donald Trump berbicara kepada para pendukung di Atlantic Aviation Hanger, Moon Township, Pennsylvania, Sabtu (10/3/2018). (AFP/Jeff Swensen)

WASHINGTON DC, KOMPAS.com - Presiden AS Donald Trump memberikan kecaman terkerasnya menyikapi proses pemakzulan terhadap dirinya oleh oposisi Partai Demokrat.

Komentarnya muncul sehari Menteri Luar Negeri Mike Pompeo berupaya menahan lima stafnya, baik aktif atau mantan, untuk bersaksi di hadapan Kongres.

Baca juga: Menlu AS: Partai Demokrat Lakukan Intimidasi dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump

"Setelah saya mempelajarinya, saya berkesimpulan ini bukanlah pemakzulan. Ini adalah KUDETA," ujar Trump di Twitter dikutip AFP Rabu (2/10/2019).

Presiden 73 tahun itu menuduh Demokrat berusaha merenggut suara rakyat, amendemen kedua soal kebebasan membawa senjata, hingga tembok perbatasan.

Sementara Pompeo menuding tiga pimpinan komite DPR AS yang memimpin penyelidikan telah melakukan perisakan dan memperlakukan pegawainya tidak baik.

Tetapi oposisi balik menuduh Pompeo berusaha menghalangi upaya mereka mengorek keterangan mengenai dugaan penyalahgunaan kekuasaan yang dilakukan Trump.

Demokrat mengumumkan penyelidikan pemakzulan setelah muncul laporan dari internal intelijen AS soal percakapan telepon Trump dengan Presiden Ukraina, Volodymyr Zelensky.

Dalam perbincangan bertanggal 25 Juli itu, Trump meminta Zelensky untuk menyelidiki putra Joe Biden, kandidat pesaingnya di Pilpres 2020.

Trump juga melancarkan serangan kepada Adam Schiff, politisi Demokrat yang menjabat sebagai Ketua Komite Intelijen DPR AS.

Schiff adalah salah satu yang memimpin penyelidikan terhadapnya. Trump menginginkan supaya Schiff juga ikut ditangkap atas dugaan pengkhianatan.

Presiden berusia 73 tahun itu beralasan Schiff sudah membuat pernyataan mengerikan seolah datang dari mulutnya sendiri.

"Sama sekali tidak ada hubungan dengan apa yang saya katakan di telepon. Tangkap atas tindak pengkhianatan?" tulis Trump dalam twitnya, Senin (30/9/2019).

Sementara pengacara Trump, Rudy Giuliani, menyatakan dia tidak akan memenuhi panggilan Kongres untuk bersaksi melawan Trump.

Beberapa bulan terakhir, Giuliani menghubungi Ukraina supaya mereka bersedia menginvestigasi putra Biden, Hunter, yang tersandung masalah hukum.

Baca juga: Hendak Dimakzulkan, Trump Ingin Anggota DPR AS Ini Ditangkap karena Pengkhianatan

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Diduga Mata-mata, 2 Diplomat China Diam-diam Diusir AS

Internasional
AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

AS Disebut Bakal Umumkan Penarikan 4.000 Tentara dari Afghanistan

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

[POPULER INTERNASIONAL] Istri Tewas Ditembak Saat Kepergok Berhubungan Seks | Risma Cerita soal Bonek di Turki

Internasional
Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Di Turki, Risma Cerita soal Kelucuan Bonek

Internasional
Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Australia Bersiap Hadapi Hari Terpanas dalam Sejarah

Internasional
Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Ketahuan Berhubungan Seks dengan Pria Lain, Istri Tewas Ditembak Suaminya

Internasional
Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Istri Terlalu Boros, Pria di India Bunuh Diri

Internasional
Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Pria 70 Tahun Tewas Dipukul Batu Bata, Polisi Hong Kong Tahan 5 Remaja

Internasional
Korea Utara Kembali Gelar 'Tes Krusial'

Korea Utara Kembali Gelar "Tes Krusial"

Internasional
Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Pukul dan Hantamkan Kepala Remaja ke Tanah, Polisi Ini Dipecat

Internasional
[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

[KABAR DUNIA SEPEKAN] Jurnalis China Dimaafkan Netizen karena Fotonya Beredar | Arab Saudi Cabut Aturan Pisahkan Pria dan Wanita

Internasional
Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Bocah 3 Tahun Gores 10 Mobil Mewah, Si Ayah Diminta Ganti Rugi Rp 140 Juta

Internasional
Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Larang Murid Punya Rambut Poni, Sekolah di Thailand Jadi Sorotan

Internasional
Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X