Menlu AS: Partai Demokrat Lakukan Intimidasi dalam Penyelidikan Pemakzulan Trump

Kompas.com - 01/10/2019, 22:46 WIB
Menteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo. AFP / WIN MCNAMEE / GETTY IMAGES NORTH AMERICAMenteri Luar Negeri AS, Mike Pompeo.

WASHINGTON, KOMPAS.com - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Mike Pompeo menuduh Partai Demokrat telah melakukan intimidasi dalam menjalankan penyelidikan untuk pemakzulan Presiden Donald Trump.

Pompeo juga memperingatkan kepada staf Departemen Luar Negeri untuk tidak hadir memenuhi panggilan dari komite penyelidikan beberapa hari mendatang.

Dalam suratnya kepada Kongres AS, Pompeo mengatakan bahwa panggilan pengadilan terhadap staf departemen luar negeri hanya dapat dipahami sebagai upaya mengintimidasi, menggertak, dan memperlakukan secara tak pantas para profesional di departemen.

"Biar saya perjelas. Saya tidak akan mentolerir taktik seperti itu, dan saya akan menggunakan segala cara yang saya miliki untuk mencegah dan mengekspos segala upaya mengintimidasi para profesional yang berdedikasi yang saya banggakan memimpin dan melayani bersama," tulisnya.

Baca juga: Survei Publik AS: Dukungan Pemakzulan Trump Meningkat, tapi...

Pompeo menilai adanya kekurangan prosedural dan hukum yang mendalam pada panggilan pengadilan yang ditujukan kepada lima pejabat maupun mantan pejabat untuk hadir mulai Rabu (2/10/2019) sebagai hal yang tak pantas.

Partai Demokrat yang menguasai Dewan Perwakilan AS sedang menggelar penyelidikan untuk memakzulkan Trump, yang dituding telah menyalahgunakan jabatannya sebagai presiden AS untuk menekan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky agar menggelar penyelidikan terhadap mantan wapres AS Joe Biden.

Dalam surat panggilan pengadilan yang dikeluarkan pada Jumat (27/9/2019) pekan lalu, Komite Urusan Luar Negeri DPR AS telah memerintahkan kepada lima pejabat dan mantan pejabat untuk hadir pada 2 hingga 10 Oktober terkait skandal.

Salah satu yang dipanggil adalah Kurt Volker, yang merupakan perwakilan khusus AS di Ukraina, yang telah mengundurkan diri pada Jumat lalu.

Baca juga: Hendak Dimakzulkan, Trump Ingin Anggota DPR AS Ini Ditangkap karena Pengkhianatan

Dalam keluhan pengaduan, Volker, yang pernah menjabat sebagai duta besar AS untuk NATO, disebut telah membantu para pejabat Ukraina untuk mengatur permintaan yang tidak biasa dari Trump.

Pompeo dalam jawaban tertulisnya mengkritik komite karena mengatakan bahwa para pejabat yang dipanggil dan tidak hadir akan "dianggap terbukti menghalangi" penyelidikan.

"Tidak ada landasan hukum untuk ancaman seperti itu," kata Pompeo.

Pompeo mengatakan bahwa masing-masing pejabat diminta untuk menyiapkan sejumlah besar dokumen, yang perlu ditinjau oleh Departemen Luar Negeri untuk melihat apakah dokumen-dokumen itu dapat diungkapkan ke publik.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Sumber AFP
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Bantu Ibunya Lolos Tes Menyetir, Pria Ini Menyamar Jadi Perempuan

Internasional
Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Komite DPR AS Setujui 2 Pasal Pemakzulan untuk Trump

Internasional
Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Salah Buat Berita, Jurnalis China Ini Dimaafkan Netizen Setelah Fotonya Beredar

Internasional
Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Diselundupkan ke AS, Warga China Dimasukkan Dalam Mesin Cuci

Internasional
Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Ratusan Pengacara Serang Rumah Sakit di Pakistan, 3 Pasien Meninggal

Internasional
Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Pria Uganda Mengaku Bisa Bunuh Nyamuk dengan Kentut, Ini Faktanya

Internasional
Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Pria Thailand Kisahkan Cacing Pita Diduga Sepanjang 10 Meter Keluar dari Anus Saat BAB

Internasional
Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Menang Telak di Pemilu Inggris, Apa Resep Kemenangan Boris Johnson?

Internasional
Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Keluarga Gajah Terekam Menginvasi Hotel di Zambia untuk Sarapan

Internasional
Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Trump Kritik Greta Thunberg: Pergilah Menonton Film Bersama Teman!

Internasional
Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Perdana Menteri Boris Johnson Raih Kursi Mayoritas di Pemilu Inggris

Internasional
Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Myanmar Dituduh Genosida Rohingya, Ini Peringatan Aung San Suu Kyi

Internasional
AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

AS Uji Coba Rudal Balistik ke Samudra Pasifik

Internasional
[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

[POPULER INTERNASIONAL] AU AS Unggul dari Rusia dan China | Bocah Tendang Mobil yang Tabrak Ibunya

Internasional
Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Studi: Angkatan Udara AS Unggul Jauh dari Rusia dan China

Internasional
komentar di artikel lainnya
Close Ads X